Banyuwangi (beritajatim.com) – Nasib tragis menimpa Yoseph Bachtiar Irawan (46), warga Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Ia meninggal dunia usai diduga menjadi korban pengeroyokan oleh belasan anak punk di Jalan Raya Situbondo–Banyuwangi, Rabu (4/2/2025) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WIB di tepi jalan raya. Korban sempat mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di RSUD Blambangan Banyuwangi.
Adik kandung korban, Trias Oktania, mengungkapkan sebelum kejadian, beberapa anak punk datang mengamen di rumah tetangga yang lokasinya bersebelahan dengan rumah korban. Tidak diketahui secara pasti pemicu keributan yang terjadi, namun korban sempat terlibat cekcok dengan beberapa anak punk tersebut.
“Ketiga anak punk itu kemudian lari dan dikejar oleh kakak saya ke arah selatan. Kami juga tidak tahu pasti apa penyebabnya sampai kakak saya mengejar mereka,” ujar Oktania.
Aksi kejar-kejaran itu berlangsung hingga ratusan meter dari rumah korban. Setibanya di pinggir Jalan Raya Situbondo–Banyuwangi, korban diduga dikeroyok oleh belasan anak punk yang sudah berkumpul di lokasi.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka parah dan harus dilarikan ke rumah sakit. Namun, kondisi korban terus memburuk.
“Waktu ada warga yang melihat, belasan anak punk itu langsung kabur menumpang truk ke arah utara sambil mengejek. Saat itu kakak saya sudah tidak sadarkan diri,” jelasnya.
Istri korban sempat menyusul ke lokasi saat mengetahui suaminya mengejar anak punk tersebut. Namun ketika tiba, korban sudah tergeletak di pinggir jalan.
“Kakak saya dibawa ke rumah sakit dengan luka parah di bagian kepala dan hidung, sempat muntah juga. Lebih dari satu jam kemudian, dia dinyatakan meninggal dunia,” pungkas Oktania. [ayu/but]






