Surabaya (beritajatim.com)- Bulan Agustus sudah tiba, kemerdekaan Indonesia yang ke 80 segera diperingati. Memperingati kemerdekaan biasanya dimeriahkan di setiap lingkup kecil hingga besar.
Biasanya peringatan hari kemerdekaan identik dengan pemasangan bendera Indonesia dan adanya perlombaan. Biasanya perlombaan akan dilakukan jelang hari kemerdekaan, jika perlombaan dilakukan dilingkup desa akan diikuti anak-anak kecil.
Penamaan lomba biasanya disesuaikan dengan lomba, misalnya lomba kelereng, lomba makan kerupuk, lomba pensil dalam botol, dll. Sebenarnya sangat disayangkan jika penamaan terlalu kaku dan kurang menarik sehingga kurangnya perhatian para target perlombaan.
Biasanya target perlombaan banyak anak kecil jika dilingkup rumah, rasa penasaran akan timbul jika penamaan lomba yang unik.
Berikut rekomendasi nama lokal yang bisa dipakai untuk perlombaan:
1. Mencuca-Mencucu
Penamaan lomba ini terinspirasi dari permainan memindahkan sedotan dengan bibir yang monyong. Dalam bahasa Surabaya-an, mencuca-mencucu biasanya digunakan untuk menamai seseorang yang sedang kesal. Biasanya seseorang yang sedang kesal akan otomatis mulutnya ditutup dan sedikit monyong.
Teknis perlombaan akan tetap sama dengan lomba memindah sedotan dengan mulut yang monyong. Sedotan akan jatuh apabila bibir tidak dimonyongkan semaksimal mungkin. Penamaan ini bisa menjadi rekomendasi nama unik untuk perlombaan tersebut.
2. Sumber Air Sudah Dekat
Nama ini dapat dipakai untuk lomba memindahkan air dari ember 1 ke ember lain terus menggunakan tutup muka seperti corong. Jadi ketika memakai penutup muka seperti corong ember akan terlihat dekat tapi sebenarnya masih jauh. Dari hal itu penamaan sumber air sudah dekat itu muncul.
3. Mecical-Mecicil
Perlombaan ini juga biasa disebut permainan “cukurukuk”, nama “cukurukuk” sendiri sudah banyak digunakan maka dari itu nama lain harus dibuat. Teknis perlombaan ini masih sama, dengan menggunakan galon yang sudah dipotong horizontal lalu diberi pengait di atas.
Misi permainan ini adalah menautkan besi pengait di keranjang ke cincin atau cantolan yang telah digantungkan di tali. Siapa tercepat mencantolkan keranjang ke pengait, dia juaranya.
4. Huwusz-Huwusz
Nama lokal tersebut diperuntukan untuk lomba tiup gelas pada tali. Lomba tiup gelas pada tali adalah permainan di mana kalian harus meniup gelas plastik yang sudah dilubangi pada tali hingga mencapai garis akhir. Tujuan dari pertandingan ini adalah untuk melihat siapa yang bisa meniup gelasnya paling cepat akhir tali.
5. Jarang Goyang
Jaran goyang merupakan penamaan lokal dari permainan kardus goyang. Nama Jaran Goyang diambil karena perlombaan ini membutuhkan kardos yang digoyangkan dengan tubuh. Lomba Jaran Goyang berkompetisi di mana satu orang harus mengikat kardus di belakangnya dengan tali rafia dan menggoyangkan pinggulnya untuk mengeluarkan bola di dalam kardus. Musik diiringi saat bola keluar dari kardus. [Imelda Faizza Indriani]






