Surabaya (beritajatim.com) – Fenomena bediding, yang merupakan akibat dari siklus peralihan musim, sedang terjadi di wilayah Jawa Timur. Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga daya tahan tubuh tetap sehat, menurut ahli gizi.
Ahli gizi dari Ottimo International, Heni Adhianata menjelaskan, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah menjaga terpenuhinya kebutuhan air agar tubuh tetap terhidrasi.
Sebab, menurut Heni, saat suhu dingin, biasanya rasa haus akan berkurang. Sehingga kebutuhan 2 liter air minum bagi tubuh setiap hari; harus tetap terpenuhi.
“Meskipun udara sedang dingin, respons tubuh kita mungkin tidak merasa haus atau tidak ingin minum. Namun, kebutuhan minimum 2 liter air per hari tetap harus dipenuhi.” kata Heni, Selasa (15/7).
Terkait asupan makanan, Heni mengingatkan pentingnya memenuhi kebutuhan serat dan vitamin, yang bisa didapatkan dari mengkonsumsi buah dan sayur.
“Untuk membantu memenuhi cairan tubuh, bisa dipilih buah dan sayur yang tinggi kandungan airnya. Misalnya seperti jeruk dan sayuran-sayuran, seperti tomat,” jelasnya.
Kemudian, makanan dan minuman hangat juga disarankan untuk membantu tubuh merasa lebih nyaman saat cuaca dingin, terutama jika tubuh mengalami gejala alergi dingin seperti hidung tersumbat atau bersin.
“Itu bisa diatasi dengan mengkonsumsi seperti jahe atau air hangat biasa. Makanan hangat berkuah seperti sup, soto, mungkin itu juga bisa meningkatkan gairah kita untuk makan,” tutur Heni.
Untuk menjaga tubuh tetap fit di tengah fenomena bediding, Heni mencatatkan agar menghindari makanan yang tinggi minyak, karena konsumsi minyak tinggi rentan memicu timbulnya radang.
“Karena di musim pancaroba atau perubahan musim kadang tubuh kita agak sensitif, imunitas mungkin juga menurun. Sehingga kalau kita tidak menjaga atau membatasi makanan-makanan yang tinggi minyak itu bisa terjadi radang,” ucapnya.
Selain memperhatikan asupan makanan dan minuman, Heni juga menyarankan olahraga ringan seperti jalan kaki selama 30 menit di pagi atau sore hari. Hal ini penting untuk melancarkan metabolisme dan menjaga kesehatan tubuh.
“Jadi nanti tubuh kita yang awalnya mungkin lemas, tidak merasa hangat, dengan olahraga ringan itu metabolisme jadi meningkat,” tutupnya. [aje]






