Surabaya (beritajatim.com) – Era kecerdasan buatan (AI) kini bukan lagi sekadar tren teknologi di awan (cloud), melainkan kekuatan yang hidup langsung di dalam perangkat pribadi. Dalam acara Media Briefing yang digelar di Surabaya hari ini, AMD Indonesia secara resmi membedah inovasi terbaru mereka: jajaran prosesor AMD Ryzen™ AI 300 Series dan Ryzen™ AI Max Series.
Melalui edukasi literasi AI yang komprehensif, AMD menegaskan komitmennya untuk mentransformasi produktivitas pengguna, mulai dari kreator konten, profesional, hingga pemain game AAA.
Armawati Cen, Consumer Business Development Manager AMD Indonesia, memprediksi lompatan pengguna AI akan mencapai angka fenomenal 5 miliar dalam beberapa tahun ke depan.
“Ini angka yang luar biasa cepat dibandingkan pertumbuhan internet dahulu. Di tahun 2025, data yang dikelola diperkirakan melonjak 100 kali lipat menjadi 100 zettabytes,” ungkapnya.
AMD melihat AI harus menyentuh tiga level komputasi: Cloud, Edge, dan Device. Fokus hari ini adalah pada AI PC, di mana pemrosesan dilakukan secara lokal tanpa harus selalu bergantung pada server cloud yang sering kali memiliki keterbatasan token atau biaya langganan.
Prosesor generasi ketiga ini dibangun di atas arsitektur ‘Zen 5’ dan AMD XDNA™ 2. Beberapa fitur unggulannya meliputi:
* Performa NPU Terdepan: Memiliki Neural Processing Unit (NPU) hingga 50 TOPS, melampaui standar minimal Copilot+ PC.
* Efisiensi Blok FP16: NPU pertama di dunia yang mendukung block floating point 16-bit, menggandakan performa aplikasi AI tanpa mengurangi akurasi.
* Visual Imersif: Dilengkapi grafis terintegrasi AMD Radeon™ 800M berbasis RDNA 3.5 untuk pengalaman gaming kelas konsol di perangkat ultrathin.
Ryzen™ AI Max Series: Performa Workstation yang Portabel
Untuk kebutuhan yang lebih berat, AMD memperkenalkan Ryzen™ AI Max Series. Seri ini menjadi “powerhouse” bagi para pengembang dan kreator profesional.
* Spesifikasi Monster: Menawarkan hingga 16 core Zen 5 dan 40 core grafis RDNA™ 3.5, memberikan performa setara kartu grafis diskrit dalam bentuk laptop tipis.
* Memori Raksasa: Dukungan memori terintegrasi hingga 128 GB, dengan alokasi VRAM melalui fitur Variable Graphics Memory (VGM) hingga 96 GB.
* Kemampuan LLM Lokal: AMD Ryzen™ AI Max+ 395 adalah prosesor PC konsumen pertama yang mampu menjalankan model bahasa besar seperti GPT-OSS 120B secara lokal.
Donnie Brahmandika, Product Marketing Manager AMD Indonesia, menekankan bahwa teknologi AMD memastikan pengguna tetap produktif tanpa khawatir kehabisan baterai.
“AMD menawarkan performa tinggi yang tetap stabil meski tidak terhubung ke pengisi daya. Baterainya bisa bertahan hingga 26 jam untuk pemutaran video,” jelas Donnie.
Selain itu, AMD juga menghadirkan fitur AMD Fluid Motion Frame (AFMF) 2 untuk meningkatkan frame rate pada game secara signifikan tanpa menurunkan resolusi.[rea]






