Surabaya (beritajatim.com) – Ambulans berstiker Partai Demokrat yang menabrak 5 motor di Jalan Simokerto, Sidotopo, Surabaya pada Minggu (25/02/2024) kemarin adalah milik relawan partai yang digunakan pada masa kampanye kemarin. Kini, petugas Satlantas Polrestabes Surabaya sudah mengamankan ambulans berstiker partai Demokrat itu beserta para pengemudinya.
“Pengendara ambulans sudah selesai diperiksa dan dimintai keterangan. Dalam hal ini tidak ada unsur kesengajaan,” kata Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Arif Fazlurrahman, Jumat (01/02/2024).
Polisi telah mempertemukan antara 5 pemilik motor dan pengemudi ambulans. Diantara dua pihak, mereka bersepakat untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Polisi pun membantah jika ambulans berstiker partai itu milik partai Demokrat.
“Sudah kami periksa ke DPP ataupun DPD (partai Demokrat) hasilnya nihil. Diketahui, kendaraan itu terdaftar atas nama sebuah Yayasan. Dimana sempat dipinjam pakai relawan partai; pada saat masa kampanye lalu,” ungkap Arif Fazlurrahman.
Dari pengakuan sopir ambulans, ia memutuskan kabur karena takut digeruduk oleh warga usai menabrak 5 motor. Pengemudi ambulans pun mengakui kesalahan dan berkomitmen mengganti semua kerugian yang ditimbulkan akibat perbuatannya.
“Penyelesaian kecelakaan itu mengganti kerugian material. Yang ditempuh lewat jalur kekeluargaan melalui tahapan ‘restorative justice’ ,” tutur Arif.
Kini, stiker partai Demokrat yang terpasang di bagian belakang mobil telah dilepas. Kedua belah pihak menyelesaikan perkara dengan damai dan saling menerima.
“Logo atribut partai yang ada di mobil ambulans tersebut, untuk saat ini semuanya sudah dilepas. Dan kondisi mobil ambulance di bagian depannya sedikit penyok,” pungkas Arif. [ang/aje]






