Banyuwangi (beritajatim.com) – Amankan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, TNI Angkatan Udara menyiagakan 150 personel di Bandara Internasional Banyuwangi, Jawa Timur. TNI AU juga mengerahkan sejumlah alutsista sebagai pendukung kegiatan pengamanan tersebut.
“Hari ini sudah datang dua pesawat dengan registrasi A1338 dari Skadron Udara 33 yang digunakan sebagai standby evakuasi jika dibutuhkan saat terjadi emergency,” jelas Kepala Subsatgasud Bandara Internasional Banyuwangi, Kolonel (Pnb) Wisnu Aji Prabowo, Sabtu (12/11/2022).
Selain itu, kata Wisnu, juga diterjunkan pesawat dari Skadron Udara 2 yang digunakan untuk Teknologi Mitigasi Cuaca saat pelaksanaan KTT G20 di Bali.
“Jadi ada pesawat yang nantinya digunakan untuk membawa peralatan dan juga operasional untuk teknologi mitigasi cuaca saat pelaksanaan KTT G20 di Bali,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”ktt-g20″]
Wisnu melanjutkan, TNI AU juga melibatkan Satgas G-C-I untuk memonitor operasi penerbangan. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah komando TNI AU yang akan menempati Posko Subsatgasud Bandara Internasional Banyuwangi selama gelaran KTT G20 di Bali.
Sejauh ini, pengamanan di Bandara Internasional Banyuwangi semakin diperketat. Karena bandara ini menjadi salah satu dari 12 bandara pendukung selama gelaran KTT G20 di Bali.
Bandara Internasional Banyuwangi akan menjadi tempat stay pesawat delegasi peserta KTT G20.
“Saat ini ada satu pesawat dari China, nanti akan datang 5 pesawat dari China juga,” pungkasnya. [rin/beq]






