Surabaya (beritajatim.com) – Alumni UK Petra Surabaya, Is Yuniarto memenangkan sayembara maskot Timnas Sepakbola Indonesia yang digelar oleh PSSI. Rencananya, maskot ini akan dipamerkan pada 10 September 2024.
Maskot bernama ‘Shakti’ itu bakal dipertontonkan bersamaan dengan pertandingan Timnas Indonesia Senior melawan Australia di Ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
“Sayembara ini memberikan kesempatan bagi publik untuk berperan serta melalui voting terbuka,” kata Is, Lulusan Desain Komunikasi Visual (DKV) UK Petra Surabaya tersebut, Senin (12/8/2024).
Mengalahkan sebanyak 388 peserta, Is menerangkan bahwa ‘Shakti’ menggambarkan burung garuda muda berkepala putih dengan jersey merah, yang melambangkan semangat juang dan identitas Indonesia.
Desainnya menggunakan elemen warna merah putih, motif Batik Gurdo pada sayap, serta corak songket pada paruh. Is menyelesaikan karyanya ini dalam 2-3 pekan setelah melakukan riset mendalam.
“Tantangannya, bagaimana membuat karakter garuda yang unik dan mudah diingat secara visual. Sebelumnya, saya bahkan melakukan riset agar karya saya ini tidak sama dengan garuda pada umumnya,” ungkap Is.
Dalam sayembara ini, dari ratusan karya yang terkumpul, dipilih 8 karya untuk kemudian dilakukan voting terbuka sebagai acuan dalam menentukan 3 karya terbaik. Satu di antaranya adalah ‘Shakti’ karya milik Is.
Setelah terpilih, Is pun harus mempresentasikan karyanya di depan para juri pada tanggal 31 Juli 2024 lalu di Official Garuda Store GBK Jakarta.
Is mempresentasikan karyanya di hadapan Komite Eksekutif PSSI sekaligus Ketua Komite Suporter PSSI Arya Sinulingga, Unggul Ketua La Grande, Diky Budi Ramdhan Sekjen PNSSI, dan Azka dari Nevertoolavish.

Berikut filosofi maskot Shakti karya Is Yuniarto secara rinci :
1. Shakti Sang Garuda adalah kesatuan semangat juang Indonesia, simbol identitas berbagai wilayah Indonesia, dari ujung barat hingga timur yang melambangkan semangat tradisi nusantara.
2. Sosok Shakti yang didominasi warna merah putih dengan tambahan globe melambangkan semangat bersaing hingga ke belahan dunia mana pun.
3. Sedangkan bagian sayap (di kepala) menggunakan motif Batik Gurdo, yaitu corak batik khas Yogyakarta dan Solo berbentuk sayap garuda tiga lapis, menjadi simbol kekuatan.
4. Kemudian, nata Shakti terinspirasi dari motif Netra Thelengan, salah satu bentuk mata wayang kulit dengan watak bersahaja dan tangkas.
5. Sedangkan pada bagian dahinya, terdapat motif berbentuk tali perut ikan berwarna biru, yang merupakan motif Afuiyak Wow yang berarti ‘Untuk hidup, manusia harus berusaha’.
6. Di bagian paruh terdapat corak ragam hias songket khas Minang dan Sumatera, dengan motif Pucuak Rabuang. Pucuak Rabuang adalah tunas bambu, yang melambangkan tidak mudah rebah menghadapi angin kencang, serta optimisme yang terus tumbuh
Itulah filosofi dari Shakti milik Is. Artinya, keberagaman budaya Indonesia yang tertuang dalam desain ini menjadi daya tarik tersendiri. Ini bukti bahwa bakat dan kreativitas anak muda Indonesia mampu untuk bersinar. [ipl/ted]






