Surabaya (beritajatim.com) – Alumni Sinlui (SMAK St Louis 1) Surabaya berencana bakal kembali menggelar bakti sosial bertajuk Vincentian Service Day (VSD) pada bulan September 2024 mendatang.
“Kami rutin mengadakan baksos bagi para guru, karyawan dan yayasan sekolah. Kami mengajak para dokter untuk terlibat,” kata Ketua Perkumpulan Alumni Lulusan Saint Louis Satu (PALS) Santoso Oetomo, Minggu (21/7/2024).
Ko Inang, sapaan Santoso Oetomo menjelaskan bahwa para alumni Sinlui yang terlibat dalam baksos VSD 2024 ini merupakan para tenaga kesehatan yang berkarir sebagai dokter, perawat hingga apoteker.
“Kegiatan ini sebagai bentuk bakti kami untuk almamater. Selain itu, acara ini juga secara internal untuk para dokter agar saling mengenal dan berjejaring,” tambahnya.
Nantinya, PALS bakal memberikan layanan kesehatan secara gratis kepada pihak sekolah mulai dari cek kesehatan mata, pembagian kacamata, cek gigi sekaligus pemberian gigi tiruan, dan masih banyak lainnya.
“Harapannya dokter lulusan SMAK St. Louis 1 bisa saling mengenal satu sama lain, tidak melupakan bahwa mereka pernah bersekolah di Sinlui serta tetap merasa bahwa ada bagian yang bisa dibuat menjadi berkat,” tukasnya.
Sedangkan Ketua Komunitas Dokter Gigi Stanley Santosa Kamadjaja mengungkapkan, dalam bakti sosial ini pihaknya akan memberikan pengecekan gigi sekaligus memberikan gigi palsu secara gratis.
Pihaknya juga menggandeng sejumlah stakeholder untuk menggelar perawatan kedokteran gigi dasar bagi masyarakat kurang mampu dan meningkatkan kompetensi dari paramedis untuk merawat orang berkebutuhan khusus.
“Kami bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mengadakan perawatan kedokteran gigi dasar bagi masyarakat kurang mampu, dan juga meningkatkan kompetensi dari paramedis untuk merawat orang berkebutuhan khusus (lansia, manula, ABK),” jelasnya.
Dalam persiapan VSD ini, para alumni Sinlui menggelar gathering bertajuk ‘The Medical Community Gathering’ di Hotel Santika Premier Gubeng, Surabaya. Mereka berkumpul untuk membahas agenda tahunan tersebut.
Dikatakan oleh Ketua Komunitas Dokter Friska Yulenta bahwa adanya gathering ini diharapkan para anggota dapat menjalin networking dan saling bekerjasama.
Sementara itu, Alumni Sinlui Prof M.Dikman Angsar mengaku bangga dan senang dengan adanya komunitas dokter yang dibentuk oleh para alumni. Sebab, baginya menjadi dokter merupakan profesi yang luhur.
“Ini bagus, kegiatan sosialnya juga sangat bagus. Karena dokter ini suatu profesi yang luhur. Saya harapkan alumni SMAK St.Louis ini masih memegang nilai-nilai keluhuran dan berdampak untuk masyarakat,” tandasnya. [ipl/but]






