Jember (beritajatim.com) – Aliansi Masyarakat Jember Bersatu berunjuk rasa di depan kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (26/11/2025). Mereka menuntut Bupati Muhammad Fawait dan Wakil Bupati Djoko Susanto melakukan rekonsiliasi.
Tudak harmonisnya relasi Bupati Fawait dan Wabup Djoko sudah menjadi rahasia umum di Jember. Perseteruan di antara keduanya terlihat dengan jarangnya Fawait dan Djoko tampil bersama. Bahkan, Djoko tidak pernah ditunjuk mewakili Djoko dalam sidang paripurna di parlemen jika Fawait berhalangan hadir.
Perwakilan pengunjuk rasa sempat memasuki gedung Pemkab Jember untuk mencari keberadaan Bupati Fawait dan Wabup Djoko di ruang kerja masing-masing. “Kita ingin beliau (berdua) bertemu dengan kita. Dua-duanya ada. Surat sudah kami kirimkan seminggu lebih,” kata Dwi Agus Budianto.
Saat tahu Bupati Fawait tidak berada di ruang kerjanya, pengunjuk rasa menumpahkan kekecewaan. “Ini masih jam kerja,” kata salah satu pengunjuk rasa.
Mereka hanya melihat Wabup Djoko di ruang kerjanya. Namun Dwi Agus menolak bertemu karena tidak ingin dicurigai berpihak. “Terima kasih Pak Wabup. Kalau kita bertemu, dikira (demo) kami settingan sampeyan,” katanya..
Baginda Bagus, salah satu pendemo mengatakan, aksi itu ingin mendorong bupati dan wabup rukun dan harmonis. “Dengan begitu kita bisa membangun Jember dengan baik,” katanya.
Baginda ingin Fawait dan Djoko bersalaman dengan disaksikan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Jember. “Kalau akur secara lisan, kami kurang yakin, artinya tidak memberi jaminan mereka akan terus benar-benar serius,” katanya.
Kendati aksi hari ini tidak membuahkan hasil, Baginda berjanji akam terus bergerak hingga Fawait dan Djoko akur. “Mereka harus bertemu. Kemarin Ketua DPRD Jember Mas Ahmad Halim sepakat bersama-sama Aliansi Masyarakat Jember Bersatu untuk mengakurkan bupati dan wakil bupati,” katanya.
Baginda yakin banyak orang yang ingin melihat Fawait-Djoko akur. “Saya yakin mereka mendukung aksi kami,” katanya. [wir]






