Sumenep (beritajatim.com) – Jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sumenep terus mengalami penurunan. Per hari ini, yang dirawat di dua rumah sakit rujukan Covid-19 yakni RSUD dr H. Moh. Anwar dan RSI Kalianget, masing-masing hanya 15 orang.
Di Puskesmas-Puskesmas, sejauh ini tidak ada pasien yang terkonfirmasi positif yang dirawat. Sedangkan di Rumah Isolasi Darurat Covid-19 di Batuan, hanya berisi 16 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sedang menjalani karantina.
Jumlah pasien tersebut jauh menurun dibanding awal bulan Juli 2021. Pasien positif Covid-19 di Sumenep membeludak. Ruang isolasi di RSUD maupun RSI Kalianget penuh terisi. Bahkan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr H. Moh. Anwar sempat terjadi ‘antrian’ atau daftar tunggu untuk masuk ke ruang isolasi. IGD sempat dinyatakan tutup sementara, karena terjadi ketidakseimbangan antara jumlah pasien yang masuk dengan ruang isolasi dan tenaga kesehatan (nakes) yang menangani.

Kala itu, kapasitas ruang isolasi di RSUD yakni 59 orang tidak mampu menampung pasien yang masuk. RSUD pun harus menambah ruang isolasi. Keadaan semakin sulit ketika jumlah nakes yang terpapar juga semakin banyak. Setiap hari, ada 2-3 nakes yang terpapar, hingga RSUD harus mencari relawan nakes baik dokter maupun perawat, untuk menangani lonjakan pasien Covid-19.
Bupati Sumenep, Ach. Fauzi mengaku bersyukur melihat trend turunnya angka penderita Covid-19. Namun ia mengingatkan seluruh warga agar tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Apalagi saat ini Sumenep masih masuk dalam level 3 penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
[berita-terkait number=”4″ tag=”covid-sumenep”]
“Kami berharap masyarakat tetap disiplin menjalankan prokes. Jangan abai meski sekarang jumlah pasien positif terus menurun,” katanya, Jumat (20/08/2021).
Ia juga mengajak masyarakat untuk mengikuti vaksin, agar ‘herd immunity’ bisa segera terbentuk. “Semoga pandemi ini segera berlalu. Mari kita taat prokes, vaksinasi, dan jangan lupa berdoa,” ucapnya. [tem/but]






