Surabaya (beritajat.com) – Mimpi memiliki kebun anggur di tengah kota kini bukan lagi sekadar angan-angan. Alfamart, melalui program Alfamart Sahabat Bumi (KASB), membawa angin segar bagi warga Kampung Hidroponik Medokan Ayu, Surabaya, dengan membagikan bibit pohon anggur dan memberikan pelatihan budidaya.
“Anggur ini istimewa, tanaman ini bisa hidup puluhan tahun kalau perawatannya bagus, dia bisa terus berbuah sepanjang masa,” ungkap Langgeng, seorang ahli budidaya anggur, di hadapan warga Kampung Hidroponik Medokan Ayu.
Meskipun anggur dikenal sebagai tanaman yang lebih cocok di dataran tinggi, Langgeng membuktikan bahwa anggur juga bisa tumbuh subur di iklim tropis Surabaya. Dengan bibit pohon setinggi 1 meter, panen pertama dapat dilakukan dalam waktu 7-8 bulan, asalkan kondisi tanah dan perawatan terpenuhi.
Langgeng memberikan berbagai tips praktis kepada warga, mulai dari pemilihan varietas anggur yang cocok untuk iklim Surabaya, cara menanam dan merawat, hingga teknik pemangkasan yang tepat.
“Anggur bukanlah mangga yang sekali tanam dibiarkan bisa berbuah sendiri. Anggur harus rajin dirawat, dipupuk, dipangkas. Jangan sering disiram kalau media tanamnya langsung tanah, kalau di pot harus rajin disiram,” jelasnya.
Salah satu warga yang telah berpengalaman menanam anggur selama 4 tahun berbagi pengalamannya. Ia mengungkapkan bahwa buah anggurnya cenderung kecut saat musim hujan dan manis saat kemarau. Langgeng menyarankan agar warga tersebut rutin memangkas cabang dan daun baru setiap 4 bulan sekali untuk meningkatkan kualitas buah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Alfamart Sahabat Bumi (KASB) yang telah berjalan selama 8 bulan di Kampung Hidroponik Medokan Ayu. Ame Dwi Pramesti, Corporate Communication Alfamart, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya fokus pada hidroponik, tetapi juga pada pengelolaan sampah dan pemberdayaan masyarakat.
“Pertemuan bulan ke-1 hingga ke-7 lebih fokus pada pengembangan teknik tanam hidroponik, pemilahan sampah organik anorganik, pembuatan ecobrick dari sampah botol plastik serta pengolahan daun kering menjadi batik ecoprint, pemilihan packaging yang tepat dan pemasaran di marketplace,” papar Ame.
Pada pertemuan ke-8 ini, KASB memperkenalkan teknik hidroponik untuk tanaman buah, yaitu anggur, sebagai tambahan variasi tanaman yang sudah ada. Sebanyak 6 bibit pohon anggur siap berbuah diberikan kepada warga sebagai langkah awal.
Selain hidroponik, Alfamart juga mendukung program Bank Sampah di Kampung Hidroponik Medokan Ayu. Bak sampah khusus untuk botol plastik disediakan, dan sampah yang terkumpul dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.
“Sampahnya ada yang dijual dan hasilnya menjadi modal beli bibit tanaman dan ada yang dijadikan ecobrick,” tambah Ame.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Kegiatan yang dilakukan Alfamart di Kampung Hidroponik Medokan Ayu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru, warga juga termotivasi untuk memanfaatkan lahan pekarangan mereka secara produktif.
Alfamart berharap program KASB dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan urban farming. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan semakin banyak kampung yang mandiri dan berdaya melalui kegiatan pertanian perkotaan.[rea]






