Pamekasan (beritajatim.com) – Manajemen Madura United FC menyampaikan alasan kembalinya Luiz Marcelo Morais dos Reis dalam skuat berjuluk Laskar Sape Kerrab, khususnya dalam menyongsong kompetisi musim depan.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Annisa Zhafarina yang sengaja kembali mendatangkan pemain berkebangsaan Brasil yang akrab disapa Lulinha.
Bahkan pemain yang sempat meninggalkan Madura United pada awal Desember 2023 lalu, dipastikan kembali untuk mengenakan jersey loreng khas Madura. “Kami kembali memulangkan Lulinha, hatinya berkata bahwa ia tidak bisa melupakan klub yang pernah dibela selama 2 tahun (musim) ini,” kata Annisa Zhafarina, Jum’at (12/7/2024) malam.
Atmosfer positif tim Pulau Garam Madura, menjadi salah satu alasan comeback pemain asal Negeri Samba. “Madura (dinilai) sebagai tim dengan identik dengan kekeluargaan, ditambah suporter yang sangat mencintainya menjadi alasan ia kembali,” ungkapnya.
Bahkan perempuan yang akrab disapa Mbak Nisa, juga menyampaikan jika pemain dengan skill mempuni akan tetap mengenakan jersey dengan nomor punggung lawas. “Jersey loreng bernomor punggung 11 yang menjadi andalannya, tetap akan dikenakan Lulinha pada musim (2024-2025) ini,” tegasnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga sangat berharap kembalinya Lulinha dapat menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh elemen suporter Madura Bersatu. “Kami harap kembalinya Lulinha dapat menjadi penyemangat bagi seluruh suporter Madura, agar terus mendukung tim ini,” pungkasnya.
Dengan kembalinya Lulinha, total terdapat sebanyak 23 pemain yang dipersiapkan manajemen Madura United, guna menyongsong kompetisi musim depan. Sebelumnya terdapat 22 pemain yang dipastikan menjadi bagian dari Madura United.
Dari 22 pemain yang sebelumnya dipastikan sebagai bagian dari Madura United musim ini, masing-masing Andi Irfan, Dikri Yusron, Fadilla Akbar, Fawaid Ansori, Feby Ramzi Wirawan, Febri Triyanto, Frank Rikhard Sokoy, Haudi Abdillah, Ibrahim Sanjaya, dan Ilhamsyah.
Selain itu juga terdapat nama Jovan Karundeng, Kartika Vedhayanto Putra, Kemaluddin, Koko Ari Araya, M Riski Afrizal, Marcel Yusuf Usemahu, Mike Aldo Maulidino, Nurdiansyah, Nuri Agus , Sandi Arta Samosir, Yudha Editya Pratama, dan Yustinus Uca. [pin/ted]






