Tuban (beritajatim.com) – Memperingati Hari Buruh atau May Day tahun 2026, Federasi Serikat Pekerja Metal (FSPMI) Cabang Tuban menggelar aksi di depan kantor Pemkab Tuban yang berjalan dengan damai hingga diwarnai potong tumpeng sebagai Hari Ulang Tahun para buruh.
Aksi tersebut juga turut dihadiri oleh Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky bersama Forkopimda. Ketua FSPMI Cabang Tuban, Duraji, menjadi perwakilan menyampaikan aspirasinya secara langsung di hadapan Mas Lindra, sapaan Bupati Tuban.
Ada 5 poin yang diusulkan, yakni mengoptimalkan rumah singgah, perluasan kepesertaan BPJS Kesehatan, akses afirmasi pendidikan bagi anak buruh, bantuan perlengkapan sekolah, serta pembentukan forum komunikasi rutin antara buruh, pemerintah, dan perusahaan.
Menanggapi hal tersebut, Mas Lindra menyampaikan ada beberapa usulan yang sudah disampaikan itu pihaknya telah mengawal dan memastikan sudah terwujud, mulai dari rumah singgah itu sudah terealisasi di tahun 2025 tepatnya di Kecamatan Gubeng, Surabaya. Namun, FSPMI ingin menyempurnakan dalam melakukan evaluasi yang lebih masif lagi. Sebab, di tahun 2025 dinilai sosialisasinya masih kurang.
“Saya patut berbangga salah satu yang menginisiasi rumah singgah, selain pemerintah yakni para buruh di tahun 2023, beliau bersama-sama merumuskan kebijakan pemerintah di periode 2024, tetapi baru terealisasikan di tahun 2025,” ujar Mas Lindra, Jumat (01/05/2026).
Lanjut, masih ada 2,29 kepesertaan Kabupaten Tuban yang belum menerima BPJS Kesehatan. Permintaan para buruh untuk dilakukan komunikasi dengan beberapa pihak sehingga dalam tahun depan bisa 100 persen, sehingga peserta bisa mendapat BPJS Kesehatan. Selain itu, pihaknya juga diingatkan bahwa sebentar lagi ada pendaftaran murid baru di tingkat SD, SMP, dan SMA, afirmasi apabila ada kendala buruh tidak masuk desil 1 sampai desil 5.
“Sehingga dibuka afirmasi 5 persen ini masih ada kendala teman buruh tidak bisa mengakses program Bu Gubernur, sehingga yang sudah melakukan konsolidasi di dalam hari Selasa kita berangkatkan untuk mendapat lampu hijau dari buruh bisa mengakses afirmasi 5 persen,” imbuhnya.
Pemkab Tuban dalam proses penerimaan murid baru tidak akan ada tebang pilih, semuanya silakan masuk ke sekolah negeri dan dipastikan sesuai dengan dekatnya domisili, sehingga bisa diterima di sekolah negeri. Yang tidak mampu para buruh juga meminta tolong dibantu untuk menekan pengeluarannya, keluarganya yang tidak mampu. Bahwasanya, di tahun ini atau tahun sebelumnya 2080 ada bantuan seragam bagi anak-anak yang tidak mampu.
“Ketika kami sudah melakukan verval dan FSPMI mengawal ada potensi lebih dari 2800 atau 2080, kami akan koordinasi dengan DPRD apabila ada yang tidak mampu akan kita berikan bantuan-bantuan minimal hari ini seragam,” jelas Mas Lindra.
Kemudian, terakhir LKS para buruh meminta setiap tiga bulan sekali akan diputuskan diawali rutin melaksanakan 3 unsur ini bertemu yang pertama buruh, pemerintah, stakeholder, dan dari perusahaan. Momentum ini akan dikonsolidasi Disnakerin untuk diagendakan di waktu semua pihak untuk bertemu, dengan harapan bisa memitigasi awal sebelum terjadi sesuatu di perusahaan-perusahaan di Tuban.
Sementara itu, Ketua FSPMI Tuban, Duraji, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Tuban atas aspirasinya yang telah didengar. Aksi ini berjalan dengan damai, sebab sebelumnya telah melakukan koordinasi rapat bersama.
“Ada sebanyak 1.122 orang yang mengikuti aksi ini, kami mengucapkan terima kasih kepada Mas Lindra, rumah singgah itu sudah kami suarakan sejak tahun 2017 oleh pemerintahan yang lama, tapi baru bisa ditemui di pemerintahan Mas Lindra. Selain itu, hampir semua yang diajukan sudah terpenuhi dan dikabulkan,” tutup Duraji. [dya/kun]






