Blitar (beritajatim.com) – Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar berhasil keluar sebagai juara dalam kompetisi debat 5.0 yang diselenggarakan oleh Kominfo Kota Blitar. AKN Putra Sang Fajar keluar sebagai juara setelah mengalahkan Universitas Negeri Malang (PGSD).
Dalam partai final AKN Putra Sang Fajar Blitar mampu mengumpulkan skor 82,5 lebih tinggi dari pada UM Malang (PGSD) yang hanya memperoleh nilai 80,25. Para juri yang terdiri dari KPU, Bawaslu, Kesbangpol, serta Kominfo Kota Blitar menilai peserta lomba dari AKN Putra Sang Fajar layak keluar sebagai juara dalam kompetisi debat 5.0 ini.
Para juri menilai peserta AKN Putra Sang Fajar Blitar tampil lebih meyakinkan serta lebih menguasai materi tentang tema yang dihadirkan di partai final yakni Pemanfaatan Teknologi dalam Sistem Informasi Pemilu Pemungutan Suara.
“Instrumen penilaiannya kan banyak, bukan hanya dari sisi penampilan tapi juga materi yang dipaparkan juga dari bagaimana peserta menguasai materi dan tema yang diberikan,” kata Rangga Bisma Aditya, juri debat, Kamis (05/10/23).
Baca Juga: Lereng Argopuro Terbakar, Kebun Gunung Pasang PDP Kahyangan Waspada
Sebelum melaju ke final AKN Putra Sang Fajar Blitar terlebih dahulu mengalahkan Universitas. PGRI Adi Buana Surabaya Kampus Blitar. Sementara UM Malang (PGSD) terlebih dahulu mengalahkan Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar.
“Tadi ada empat kampus yang ikut, sebenarnya kan yang setuju untuk ikut itu 7 tapi yang dua tidak hadir dan satu memutuskan mundur,” imbuhnya.
Kompetisi debat 5.0 ini sengaja diselenggarakan oleh Kominfo Kota Blitar sebagai wadah bagi para mahasiswa untuk menyampaikan gagasan serta ide yang dimilikinya. Kominfo Kota Blitar juga berharap kegiatan ini bisa menjadi tempat pertukaran informasi mengenai gagasan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan tema.
Kompetisi ini pun mengundang seluruh universitas yang ada di Kota Blitar. Namun yang bersedia hadir dalam kompetisi debat ini hanya 4 Universitas yakni : AKN Putra Sang Fajar Blitar, UM Malang (PGSD), Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar, serta PGRI Adi Buana Surabaya Kampus Blitar.
Baca Juga: Telapak Kaki Siswa di Kota Madiun Melepuh Usai Dihukum Guru
“Karena kami harapkan teman-teman mahasiswa ini bisa menyampaikan gagasan, ide dan tentunya sebagai mahasiswa harus bisa menyampaikan informasi,” kata Mujianto, Kadis Kominfo Kota Blitar.
Kompetisi debat ini merupakan bagian dari Blitar 5.0 competition, yang digelar Diskominfotik Kota Blitar. Selain debat ada pula kompetisi cerdas tangkas yang diikuti oleh puluhan pelajar dari tingkap SMP hingga SMA.
Berbagai kegiatan tersebut sengaja digelar oleh Diskominfotik Kota Blitar untuk mengajak para anak muda menjadi bagian dari pengendali teknologi seperti makna 5.0. Pasalnya selama ini para anak muda utamanya yang ada di Kota Blitar masih sebagai pengguna teknologi.
“Agar SDM di Kota Blitar ini kedepan bisa memanfaatkan IT untuk berbagai kegiatan tapi penguasanya tetap manusia,” tutupnya. (owi/ian)






