Surabaya (beritajatim.com) – Direktur Operasional Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi, menyatakan pemecatan Yahya Alkatiri sebagai manajer. Keputusan ini diumumkan di hadapan ratusan bonek.
Candra mengatakan jika manajemen telat menyepakati mengabulkan tuntutan kepada Persebaya terkait kinerja manajer yang tak membuahkan hasil. Keputusan tersebut berlaku per Rabu (13/12/2023), usai Persebaya gagal meraih poin dari laga melawan Persis Solo.
“Apa yang menjadi tuntutan kalian terkait manajer sudah kami lakukan per hari ini, untuk buktinya ditunggu saja,” tegas Candra.
Hal lain terkat kepelatihan, Candra juga menegaskan telah melakukan komunikasi dengan seluruh tim kepelatihan Persebaya. Soal komposisi, belum akan terjadi perubahan dalam tim pelatih.
Pihaknya juga berjanji segera melakukan perbaikan pada komposisi pelatih. Tetapi, hal itu butuh proses sehingga pihaknya meminta waktu.
Candra menjelaskan, perubahan komposisi tidak memungkinkan untuk pemain namun masih bisa dilakukan untuk tim pelatih. Untuk saat ini, kata dia, manajemen terus berkomunikasi.
“Manajemen tidak bisa bekerja sendiri. Tolong dipahami itu, dan saat ini ada tim pelatih yang diketuai coach Uston dan kami sudah melakukan komunikasi terkait komposisi seperti apa ke depannya. Jadi kalau diperdebatkan tidak akan selesai kan. Yang jelas kami sedang berusaha dan bekerja keras,” ucapnya.
Sebelumnya Bonek sempat menyuarakan manajer Persebaya, Yahya Alkatiri, untuk lengser dari jabatannya. Yahya dinilai gagal meningkatkan prestasi tim.
Selain itu performa Persebaya tanpa kemenangan dalam delapan kali pertandingan berturut-turut. Akibatnya, suporter kembali menagih janji ke manajemen untuk mendapatkan minimal tujuh poin dalam tiga laga namun juga belum ada tanggapan. [way/beq]






