Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC menerima sanksi berupa denda sebesar Rp 125 juta dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akibat aksi suporter Madura Bersatu, kala menjamu PSS Sleman di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) Madura, Sabtu (24/5/2025) lalu.
Pada laga pekan ke-34 alias laga pamungkas kompetisi kasta tertinggi sepakbola tanah air musim 2024-2025, Laskar Sape Kerrab berhasil mengalahkan Elang Jawa dengan skor telak 3 gol tanpa balas.
Berdasar fakta dan pertimbangan hukum, Madura United dinyatakan melanggar kode disiplin PSSI akibat penyalaan 7 (tujuh) buah flare oleh penonton di tribun timur sisi utara SGB, serta diperkuat bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin.
Akibat peristiwa tersebut, Madura United dinilai melanggar ketentuan Pasal 70 Ayat 1, Ayat 2 dan Lampiran Nomor 1 Kode 5 Kode Disiplin PSSI dengan sanksi berupa denda sebesar Rp 100 juta. Bahkan pengulangan terhadap peristiwa tersebut, juga akan berimbas pada sanksi yang lebih berat.
Selain itu, sanksi lainnya berupa kegagalan mengantisipasi kehadiran suporter PSS Sleman di SGB, merajuk pada Pasal 4 Ayat 8, Ayat 9, Ayat 10 dan Ayat 12 Regulasi BRI Liga 1 Tahun 2024-2025, di mana Madura United mendapatkan sanksi berupa denda sebesar Rp 25 juta.
Dari dua peristiwa tersebut, manajemen Madura United harus membayar sanksi berupa denda sebesar Rp 125 juta. “Flare yang merugikan, semoga tidak terulang lagi dan lagi untuk musim berikutnya,” ditulis dari medsos resmi Madura United, Minggu (1/6/2025).
Seperti diketahui, pada kompetisi domestik Liga 1 2024-2025, Madura United menempati posisi 15 klasemen akhir atau satu strip di atas tim degradasi. Di mana mereka hanya mampu mengumpulkan sebanyak 36 poin berkat hasil 10 kali menang, 6 kali imbang, dan 18 kali kalah dari 34 laga yang dijalani sepanjang kompetisi.
Bahkan dari total torehan angka tersebut, mereka hanya mampu mencetak 36 gol dan kebobolan hingga mencapai 58 gol yang mencatatkan sebagai tim dengan kebobolan terbanyak di Liga 1 musim lalu, termasuk dibanding tiga tim degradasi. [pin/ted]






