Surabaya (beritajatim.com)– Novel karya penulis Jepang Keigo Higashino, The Miracles of the Namiya General Store, dikabarkan tengah dikembangkan untuk diadaptasi menjadi drama Korea. Kabar ini menarik perhatian penggemar, mengingat novel yang terbit pada 2012 tersebut telah meraih kesuksesan global. Buku ini memenangkan Penghargaan Chūōkōron ke-7 dan terjual jutaan eksemplar di berbagai negara. Popularitasnya juga membuat kisah ini sebelumnya diangkat ke layar lebar di Jepang dan China.
Sinopsis Cerita
Kisah bermula pada tahun 2012. Tiga pemuda bernama Atsuya, Shota, dan Kohei bersembunyi di sebuah toko kelontong tua yang sudah lama tidak beroperasi setelah melakukan kejahatan kecil. Toko tersebut dulunya dimiliki oleh Yūji Namiya, sosok yang dikenal gemar memberikan nasihat kepada orang-orang yang mengirim surat berisi persoalan hidup mereka.
Di tengah malam, sebuah surat tiba-tiba masuk ke kotak surat toko tersebut. Setelah diperiksa, surat itu ternyata berasal dari tahun 1980, atau 32 tahun sebelumnya. Ketiga pemuda itu kemudian memutuskan untuk membalas surat tersebut. Sejak saat itu, mereka terlibat dalam korespondensi lintas waktu yang memengaruhi kehidupan para pengirim surat di masa lalu. Perlahan, terungkap hubungan antara masa lalu dan masa kini yang saling berkaitan.
Karakter Utama
1. Atsuya, pemimpin kelompok yang awalnya bersikap skeptis.
2. Kohei, sosok yang lebih empati dan serius menanggapi surat-surat tersebut.
3. Shota, teman dekat Atsuya yang cenderung tenang.
4. Yūji Namiya, pemilik toko kelontong yang dikenal berdedikasi membantu orang lain melalui surat nasihat.
Pernah Difilmkan
Sebelum rencana adaptasi drama Korea, novel ini telah diadaptasi menjadi film pada tahun 2017
Versi Jepang: Disutradarai oleh Ryūichi Hiroki dan dibintangi oleh Toshiyuki Nishida sebagai Yūji Namiya. Versi ini dipuji karena pendekatannya yang lebih lambat dalam membangun latar belakang karakter dan emosi yang mendalam.
Versi China: Adaptasi ini menampilkan bintang laga legendaris Jackie Chan sebagai pemilik toko kelontong. Berbeda dengan versi Jepang, film versi China ini memiliki tempo yang lebih cepat dalam menyampaikan poin-poin alurnya.
Angkat Tema Kemanusiaan
Keajaiban Toko Kelontong Namiya dikenal karena mengangkat tema empati, penebusan, dan dampak dari keputusan kecil dalam hidup seseorang. Melalui cerita surat-menyurat yang unik, novel ini menyampaikan pesan tentang kesempatan kedua dan pentingnya kepedulian terhadap sesama. Dengan cerita yang menyentuh dan elemen realisme magis yang kuat, adaptasi drama Korea dari novel ini menjadi salah satu proyek yang dinantikan penggemar. [Meychel Salsabyla]






