Malang (beritajatim.com) – Komitmen akademisi Universitas Brawijaya (UB) Malang dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan pengabdian di Pantai Lombang, Sumenep. Dosen UB, Akhmad Muwafik Saleh, hadir memberikan pelatihan bertema ‘Peningkatan Kapasitas Public Speaking dan Communication Branding’.
Pelatihan pada Sabtu (3/5/2025) ini dilakukan kepada anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Lombang. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian masyarakat yang rutin dilakukan Muwafik, sebagai bentuk kontribusinya untuk kampung halaman.
“Saya kelahiran Sumenep. Saya ingin memberikan sesuatu yang bermanfaat, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Muwafik, Senin (5/5/2025) kepada beritajatim.com.
Sebelum pelatihan, Muwafik telah melakukan riset dan evaluasi kondisi pengelolaan wisata di Pantai Lombang. Ia menemukan bahwa potensi wisata yang besar belum diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang memadai.
“Potensi itu baru bisa berdampak jika dikelola dengan baik. Kuncinya ada pada peningkatan kualitas SDM,” tegasnya.
Pelatihan dimulai dengan diskusi interaktif bersama 15 anggota Pokdarwis. Peserta diajak untuk mengenali potensi, hambatan, dan strategi mengembangkan pariwisata. Muwafik mendorong Pokdarwis agar kreatif memanfaatkan keunikan Pantai Lombang, termasuk dengan menawarkan aktivitas outbound sebagai daya tarik baru.

“Saya siap bantu pelatihan lanjutan agar warga Lombang bisa jadi pemandu outbound profesional. Setelah itu, buat proposal, promosikan, dan tarik wisatawan. Lombang ini sangat cocok: rindang, luas, dan alami,” jelasnya.
Kegiatan ini melibatkan tim mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UB yang memberikan pelatihan media sosial. Mereka membimbing Pokdarwis membuat konten video promosi dan strategi digital branding agar Pantai Lombang dikenal lebih luas.
“Kami sangat terbantu dengan ilmu yang diberikan. Sekarang kami tahu cara promosi di media sosial dan punya ide baru untuk mengembangkan kegiatan wisata seperti outbound,” ujar Suryadi, anggota Pokdarwis.
Mas Dawi, tokoh masyarakat setempat, mengapresiasi dedikasi Muwafik dan tim dari UB. “Alhamdulillah, kami dapat edukasi yang luar biasa. Harapan kami, apa pun inovasi dari mahasiswa dan dosen UB bisa terus dibagikan ke masyarakat,” katanya.
Program pengabdian ini menunjukkan sinergi nyata antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun pariwisata inklusif. Muwafik berharap kolaborasi seperti ini dapat menjadi model pengembangan wisata di daerah lain.
“Wisata berbasis masyarakat tidak bisa berjalan tanpa dukungan bersama. Pemerintah, akademisi, dan masyarakat harus bersatu sebagai mitra pengelola destinasi,” kata Muwafik menutup. (dan/but)






