Surabaya (beritajatim.com) – Diserang buaya tentu jadi pengalaman yang mengerikan. Apalagi sampai tiga buaya, nyawa bisa melayang.
Tetapi, apa yang dialami pria asal Zimbabwe, Alexander Chimedza, benar-benar mengagumkan. Dia mampu bertahan dari serangan sedikitnya tiga ekor buaya dan saat ini sedang dalam perawatan.
Chimedza menghabiskan beberapa bulan di rumah sakit untuk memulihkan diri dari serangan ganas oleh tidak kurang dari tiga atau empat buaya. Insiden itu dia alami di sebuah kolam pemancingan dekat Kota Nyamhunga.
Dikutib dari Odditycentral.com, insiden itu terjadi pada Januari 2022, ketika Alexander Chimedza tiba di kolam saluran pembuangan Nyamhunga untuk mencari beberapa cacing merah. Dia akan memakai cacing itu untuk umpan memancing ikan air tawar Kariba, setelah istrinya memberi tahu sudah bosan makan ikan macan yang biasanya dia bawa pulang.
Sayangnya, begitu dia mendekati tepi kolam yang tertutup rumput liar, Chimedza diserang buaya. Dia mengklaim satu buaya mencoba meraih tangan kirinya, tetapi dia berhasil menarik lengannya sebelum buaya lain berhasil menyerang.
“Segera setelah saya menghindari dicengkeram oleh tangan kiri, saya merasakan buaya lain meraih tangan kanan saya,” kata Chimedza kepada The Herald.
“Itu menarik saya ke dalam air dan memutar ke satu arah, dan pada saat itu, saya menyadari bahwa tangan saya akan patah jika saya melawan. Jadi saya membiarkan tangan saya bergerak ke arah yang dipelintirnya,” ucap dia.
Tepat ketika dia berhasil mendapatkan kembali keseimbangannya setelah dipelintir seperti selembar kain, nelayan amatir itu merasakan buaya lain muncul dan menutup rahangnya yang besar di sekitar tendon Achillnya, merobeknya berkeping-keping. Hanya alih-alih menyerah dan membiarkan dirinya menjadi makanan buaya, Alexander Chimedza menemukan kekuatan untuk melawan.
Dalam apa yang dia klaim sebagai rahasia untuk melarikan diri secara ajaib dari rahang buaya, Chimedza rupanya melihat celah dan memasukkan tangannya ke salah satu mulut reptil dan mendorongnya sebanyak mungkin, menyebabkan air membanjiri perut hewan itu. . Dia mengklaim hewan itu tenggelam segera sesudahnya.
Saat dia bergulat dengan buaya, teman dan kenalan Alexander melempari buaya dengan batu besar, akhirnya memaksa mereka untuk berenang menjauh, meninggalkan pria itu dalam genangan darahnya sendiri. Dia ditarik keluar dari air dan dilarikan ke Rumah Sakit Distrik Kariba, sebelum dipindahkan ke Rumah Sakit Mutenderi, di negara tetangga Zambia.
“Saya tidak bisa bekerja dan menghidupi keluarga saya seperti dulu. Saya mengandalkan simpatisan untuk bertahan hidup sekarang. Saya merasa kursi roda akan sangat membantu untuk memastikan bahwa saya tidak bergantung pada istri saya untuk segalanya,” kata pria itu.
Terlepas dari kesulitan yang harus dia atasi, Alexander Chimedza menganggap dirinya beruntung masih hidup. Lagi pula, berapa banyak orang yang bisa mengatakan bahwa mereka selamat dari serangan buaya, apalagi satu per tiga atau empat reptil yang mematikan itu? (adg/beq)






