Kediri (beritajatim.com) – Gangguan tulang belakang, terutama nyeri punggung bawah, tetap menjadi keluhan medis yang paling dominan di tengah masyarakat. Hal ini mendorong tim dokter spesialis dari National Spine Center, National Hospital Surabaya, menggelar sesi edukasi dan berbagi informasi medis di Kota Kediri, pada Jumat (30/1/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut dr. Larona Hydravianto, dr. Primadenny Ariesa Airlangga, dan dr. T. Arief Dian. Mereka menekankan bahwa tingginya mobilitas masyarakat Kediri perlu diimbangi dengan kesadaran menjaga kesehatan tulang belakang agar terhindar dari kondisi degeneratif yang parah.
Penyebab Utama dan Gejala yang Harus Diwaspadai
dr. Larona Hydravianto menjelaskan bahwa sebagian besar kasus tulang belakang disebabkan oleh faktor usia (degeneratif) dan kebiasaan sehari-hari yang buruk. Beberapa pemicu utamanya meliputi:
Postur Tubuh Salah: Posisi duduk atau membungkuk yang tidak tepat saat bekerja.
Gaya Hidup: Berat badan berlebih, pola makan tidak sehat, serta konsumsi rokok dan alkohol yang mengganggu aliran darah ke tulang belakang.

Masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke dokter spesialis jika mengalami gejala “Red Flags” berikut:
1. Nyeri tulang belakang yang tidak kunjung sembuh lebih dari 6 minggu.
Nyeri yang menjalar hingga ke area tangan atau kaki.
2. Kelemahan pada anggota gerak (tangan/kaki terasa berat).
3. Gangguan pada kontrol buang air kecil maupun besar.
Bahaya Pijat “Kretek” oleh Tenaga Awam
Dalam kesempatan tersebut, dr. Larona memberikan peringatan keras terkait tren pijat “kretek” atau manipulasi tulang belakang yang dilakukan oleh orang yang tidak memiliki latar belakang medis.
“Tulang belakang adalah organ yang sangat vital dan sensitif. Kami mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap praktik pijat kretek oleh awam. Penanganan yang salah pada organ sesensitif ini bisa berakibat fatal,” tegas dr. Larona.
Solusi Modern: Teknik Minimal Invasif
Bagi pasien yang memerlukan tindakan medis, National Spine Center mengedepankan teknologi Minimal Invasif. Teknik ini jauh berbeda dengan operasi konvensional karena hanya membutuhkan sayatan kecil.
Keunggulan Teknik Minimal Invasif:
Nyeri Pascaoperasi Ringan: Kerusakan jaringan di sekitar tulang belakang sangat minim.
Pemulihan Cepat: Pasien bisa kembali beraktivitas dalam waktu yang lebih singkat.
Waktu Rawat Pendek: Mengurangi durasi inap di rumah sakit.
Tips Pencegahan Mandiri
Sebagai langkah preventif, para ahli menyarankan olahraga zero impact seperti berenang, atau olahraga low impact seperti jalan kaki, yoga, dan pilates. Menjaga berat badan ideal dan postur tubuh saat duduk adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan masa tua.
Layanan spesialis ini tersedia di National Hospital, Surabaya, yang menjadi rujukan bagi warga Jawa Timur, termasuk Kediri, yang membutuhkan penanganan tulang belakang secara komprehensif dan modern. [nm/kun]






