Surabaya (Beritajatim.com) – Sepanjang jalan kampung di Darmokali, Surabaya nampak berjejer rapi para penjual bendera merah putih dan pernak pernik khas kemerdekaan.
Daerah ini dijuluki sebagai kampung bendera di Kota Surabaya, tepatnya RT 10 RW 04, Kelurahan Darmokali, Kecamatan Wonokromo. Sebenarnya para warga tersebut merupakan penjual bendera musiman, kebetulan sekarang masuk bulan Agustus jadi beralih berjualan bendera.
Aris Daniar wakil ketua RW 04 menjelaskan bahwa banyak dari warganya yang mengembangkan bisnis bendera merah putih, dan pernak pernik khas kemerdekaan. “Total warga yang memiliki usaha bendera kurang lebih ada 22,” ungkap Aris, Jumat (2/08/2019)
Memasuki bulan Agustus, penjualan bendera dan pernak perniknya dirasakan adanya kenaikan yang signifikan. Terlebih awal bulan Agustus sampai tanggal 10 dinilai puncak puncaknya bisnis bendera di Darmokali Surabaya ini.
Dari sekian banyaknya penjual bendera dikampung tersebut, ada yang menjadi distributor dan ada yang sekedar produksi dengan sanak keluarganya. Dalam hal produksi, tak jarang seluruh anggota keluarga terlibat. Bahkan tetangga sekitar pun ikut serta dalam bisnis tersebut.
“Yaa itung itung yang punya bisnis ini sekaligus memberdayakan warga warga sekitar, biar tidak nganggur dengan ikut kerja di bisnisnya” jelas Aris
Total 22 kios yang ada di kampung tersebut, semuanya berjualan produk yang sama. Mulai dari bendera berbagi ukuran, umbul umbul, dan pernak pernik lainnya khas perayaan Agustusan. Kampung ini pun sudah cukup mendapat nama di hati masyarakat Surabaya, hampir semua orang pasti mengerti kampung bendera Darmokali.
Pelopor bisnis bendera di kampung Darmokali Surabaya ini pantas disematkan pada Masrukan (64). Laki laki tersebut mengaku sudah sejak 1972 memulai bisnis bendera tersebut.
[berita-terkait number=”3″ tag=”agustusan”]
“Bisnis ini sudah jalan sekitar 47 tahun, dan sekarang saya libatkan keluarga semua terutama anak anak saya. Biar tahu kalau ini bisnis yang menjanjikan” ujar pria tersebut sembari tertawa renyah.
Dari penuturan Masrukan, penjualan bendera miliknya tidak hanya seputar Surabaya saja. Bahkan sudah keluar daerah seperti Tuban, Gresik, Madura, Kalimantan, dan ada yang sampai Papua.
Konsumen lain datang dari instansi pemerintah, perusahaan, maupun para penjual eceran. Usaha milik Masrukan sudah berkembang cukup pesat, bahkan sudah menjadi tempak grosir bagi para pedagang kecil yang nantinya dijual lagi di luar Kota Surabaya.
Harga yang terjangkau namun diikuti dengan kualitas produk yang baik, menjadikan kampung bendera Darmokali menjadi tujuan utama para pembeli. Selain itu banyaknya pilihan yang tersedia, dan juga tempat yang strategis karena berkumpul dalam satu kawasan menjadi alasan lainnya.
Budi Hariyadi (53) warga Bumiarjo, Surabaya sekaligus pembeli di salah satu kios milik Masrukan menjelaskan kalau setiap tahun pasti beli di tempat tersebut. “bendera disini murah murah mas, ini saya beli bendera sama pernak pernik semua habis 50 saja” jelas Budi seraya menunjukkan isi kantong belanjaan miliknya. [mfr/ted]






