Surabaya (beritajatim.com) – Komunikasi digital seringkali terkendala atau mengalami distorsi. Salah satu faktor yang menyebabkan distorsi atau salah paham ini terjadi dalam komunikasi digital adalah tidak memahami audiens.
Sebagian besar orang hanya fokus pada penyampaian opini tanpa memperhatikan dampak yang diakibatkan. Sehingga seringkali melupakan proses komunikasi juga melibatkan orang lain. Padahal, penting sekali untuk memahami lawan bicara agar kesalahpahaman dapat diminimalisir.
Sebelum mengungkapkan sebuah pendapat, sebaiknya Anda harus memperhatikan lingkungan yang dituju. Selain itu, diperlukan riset sebelum berkomentar agar opini tidak disalahartikan.
Untuk meminimalkan distorsi dalam komunikasi digital, berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan sebagaimana dilansir dari Britannica.
Gunakan emoji
Saat Anda melakukan komunikasi secara tulis coba gunakan emoji. Dengan emoji ini Anda dapat menunjukkan emosi saat berkomunikasi. Penyesuaian emoji dengan maksud dari pembicaraan membuat lawan komunikasi tidak mudah salah mengartikan maksud Anda.
Perhatikan waktu membalas pesan
Apabila Anda membalas terlalu cepat, terkadang akan dianggap sebagai orang yang terburu-buru. Namun, membalas pesan dalam rentang waktu yang lama akan dianggap mengabaikan dan cenderung kurang peduli.
Pastikan komunikasi digital yang Anda jalani.
Jangan terlalu cepat membalas sebuah pesan, atau sebaliknya terlalu lama untuk menjawab komunikasi dari orang lain. Cara yang bisa Anda lakukan adalah paham dengan topik. Jika topik yang dimaksud orang lain sudah Anda pahami maka bisa segera ambil langkah.
Perhatikan kesalahan ketik
Adanya salah ketik bisa menimbulkan persepsi bahwa Anda tidak serius dalam menanggapi pesan. Hal ini sangat berlaku saat berada di lingkungan kerja yang profesional atau di dunia pendidikan antara dosen dan mahasiswa.
Oleh sebab itu sebaiknya cek kembali maksud dan tujuan Anda berkirim pesan atau komunikasi digital. Jangan sampai ada salah ketik untuk hal-hal penting yang dimaksudkan pada orang lain. Sehingga orang lain bisa menangkap maksud dari komunikasi Anda.
Tetap beretika dalam membangun komunikasi secara digital. Karena ini menjadi citra tersendiri untuk Anda di mata lawan bicara. (dan/ian)






