Blitar (beritajatim.com) – Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jawa Timur (Jatim) disebut keliru menjatuhkan sanksi. Sebab, hasil investigasi KONI Blitar mengungkapkan atlet futsal Kota Malang yang menendang pemain Blitar, Hanafi, bukanlah M Rafael Moreno.
Saat kejadian M. Rafael Moreno tidak bermain dan duduk di bangku pemain cadangan. Pemain tersebut memiliki nomor punggung 15 namun di susunan pemain, dia terdaftar dengan nomor punggung 17.
Salah satu pemain futsal Kabupaten Blitar, Syahrul Rizal Ibrahimovic, mengaku melihat sendiri posisi Rafael saat insiden penendangan tersebut terjadi.
“Saat itu Moreno sedang pemanasan di pinggir lapangan, dan yang nendang itu bukan moreno,” kata Syahrul, Kamis (21/9/2023).
BACA JUGA:
Atlet Futsal Kota Malang Tendang Pemain Blitar Kena Skorsing
Menurut para pemain, sejak awal atlet bernomor punggung 17 sudah diberikan instruksi oleh tim pelatih futsal Kota Malang untuk melakukan tindakan kasar ke pemain Blitar. Pemain nomor punggung 17 tersebut dimasukkan oleh tim pelatih saat Kota Malang kebobolan 4 gol tanpa balas.
“Memang ada instruksi dari tim pelatih ke pemain nomor 17 tersebut untuk ‘sikat’ setiap kebobolan,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Blitar, Tony Andreas akan bersurat ke AFP Jatim terkait kesalahan sanksi yang dijatuhkan tersebut. Pihaknya akan meminta AFP Jatim untuk melakukan investigasi terkait hal itu.
KONI Kabupaten Blitar menduga terkait sanksi ke pemain futsal Malang tersebut ada kebohongan publik. Sebab, M. Rafael Moreno pada waktu pertandingan tersebut merupakan pemain cadangan.
“Kami akan bersurat ke AFP Jatim terkait surat sanksi tersebut,” kata Tony Andreas.
BACA JUGA:
Viral Pemain Futsal Kota Malang Tendang Pemain Blitar, Penyebanya Karena Emosi Sering Dicurangi
KONI Kabupaten Blitar pun meminta Komisi Disiplin untuk meninjau kembali sanksi yang terlanjur dijatuhkan kepada M. Rafael Moreno. Sebab, ketika putusan sanksi tersebut salah sasaran maka mengancam masa depan sang atlet.
Sekadar diketahui, AFP Jatim telah menjatuhkan sanksi ke M. Rafael Moreno berupa larangan bermain selama 2 tahun di pertandingan resmi. Namun, investigasi KONI Kabupaten Blitar menunjukkan M. Rafael Moreno tidak menendang Hanafi.
“Karena akan kasihan jika yang benar disalahkan atau sebaliknya karena ini berkaitan dengan masa depan atlet,” tutup Tony
KONI Kabupaten Blitar juga meminta agar KONI Malang menyampaikan permohonan maaf secara langsung ke pemain yang menjadi korban penendang. Menurutnya aksi penendang ini mencederai nilai sportivitas dan semangat olahraga. [owi/beq]






