Banyuwangi (beritajatim.com) – Perayaan berbeda dilakukan oleh Pramuka Banyuwangi. Setiap tahun mereka memperingati hari Praja Muda Karana dengan pawai lampion.
Ribuan lampion berwarna-warni menghiasi malam di sepanjang jalanan Kota Banyuwangi. Mereka adalah para pelajar dari 31 Gugus Sekolah tingkat SD dan SMP yang sedang memperingati Hari Pramuka ke 62. Pawai itu sekaligus untuk menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-76.
Tak hanya ramai para peserta, namun ribuan warga juga memadati sepanjang Jalan Ahmad Yani, Simpang Lima, Jalan DR. Soetomo, hingga Taman Blambangan yang menjadi rute pawai. Berbagai macam bentuk lampion tersaji.
Mulai dari bendera merah putih, lambang pramuka, hewan, bunga, hingga tokoh pahlawan.
“Saya senang bisa ikut pawai lampion ini. Saya membuat lampion berbentuk burung garuda dengan warna merah putih. Ini cinta Indonesia,” ujar Gavinda Khoirul Ma’i, pelajar kelas V SDN Model.
Sedangkan, Muhammad Bawazier, pelajar kelas VIII SMPN 1 Banyuwangi, mengaku gembira bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini.
“Ini adalah pengalaman pertama saya ikut pawai lampion. Bikin lampion berbentuk lambang pramuka dengan warna kuning dan hijau. Semoga tradisi pawai ini ada terus,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani memberikan apresiasi mengenai kegiatan itu. Menurutnya, ini salah satu cara untuk melestarikan budaya lokal.
“Pawai lampion ini merupakan tradisi yang sudah ada sejak dulu. Kami ingin melestarikan tradisi ini sebagai bagian dari kekayaan budaya kita. Kami juga berharap pawai lampion ini dapat meningkatkan kebersamaan dan keharmonisan,” terangnya.
Baca Juga: Tim Sepakbola Porprov Banyuwangi Menang, Langkah Makin Pede
Ipuk juga berpesan pentingnya menumbuhkan sifat peduli pada lingkungan sekitar dalam diri setiap anggota pramuka. Pramuka yang dikenal dengan sikapnya yang suka menolong, diharapkan Ipuk bisa turut membantu memberikan solusi masalah sosial.
“Seringlah tengok sekitar kita, apa ada tetangga yang butuh dibantu. Kalau ada yang sakit atau putus sekolah segera laporkan ke lurah atau kades, biar nanti bersama-sama dibantu,” kata Ipuk.
Selain itu, Ipuk juga meminta agar anggota pramuka terus mengasah soft skill, yakni berupa karakter diri, seperti pekerja keras, bersikap terbuka, punya rasa ingin tahu, dan daya juang yang tinggi.
Selain Pawai lampion sebelumnya telah digelar Festival Literasi Merdeka dan Pawai Kebangsaan. Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan bagian dari Festival Merdeka yang akan terus berlangsung hingga akhir Agustus mendatang. (rin/ted)






