Ponorogo (beritajatim.com) – Bakal ada pemandangan berbeda dalam upacara hari ulang tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia di Alun-alun Ponorogo. Rencananya, saat detik-detik proklamasi pada tanggal 17 Agustus nanti, ada antraksi spesial berupa suara dentuman meriam.
Masyarakat pun diminta hadir, untuk melihat langsung upacara detik-detik proklamasi yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko saat memimpin rapat persiapan peringatan HUT ke-79 RI.
“Masyarakat bisa hadir untuk menyaksikan langsung kegiatan upacara di Alun-alun nanti,” kata Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, ditulis Jumat (09/08/2024).
Suara dentuman meriam itu, rencananya akan dibunyikan oleh personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) dari Lanud Iswahjudi. Sehingga, nantinya peserta upacara terdiri dari berbagai lapisan, mulai dari ASN, TNI, Polri, mahasiswa, pelajar dan perwakilan organisasi masyarakat (ormas) kepemudaan di wilayah Kabupaten Ponorogo.
Tidak hanya pada kegiatan upacara detik-detik proklamasi, antraksi spesial juga akan tersaji dalam upacara penurunan bendera sore harinya, juga di Alun-alun Ponorogo. Bupati Sugiri menyebutkan bahwa di upacara penurunan bendera, nantinya akan ada simulasi operasi pembebasan sandera.
“Kalau simulasi operasi pembebasan sandera, akan diperagakan oleh pasukan khusus dari Batalyon Komando 463 Kopasgat,” katanya.
Kang Giri menyebut bahwa antraksi spesial dari para prajurit TNI itu, merupakan yang pertama kalinya dihadirkan langsung di Kabupaten Ponorogo. Ia berharap, sajian antraksi spesial itu, nantinya dapat menghibur masyarakat bumi reog. “Suguhan dari prajurit TNI ini, baru pertama kali di Ponorogo,” katanya.
Ia menambahkan bahwa upacara HUT ke -79 RI di Alun-alun Ponorogo dan didukung dengan antraksi spesial ini, dapat meneguhkan semangat nasionalisme di masyarakat, khususnya warga Kabupaten Ponorogo. Adanya antraksi spesial, simulasi operasi pembebasan sandera ini, bisa menggambarkan bagaimana perjuangan para pahlawan dahulu untuk kemerdekaan Indonesia. “Semoga bisa meneguhkan nasionalisme kita,” pungkasnya. (end/kun)






