Ponorogo (beritajatim.com) – Ribuan pedagang yang dulunya menempati pasar relokasi di Jalan Cipto Mangunkusumo Kelurahan Keniten Ponorogo sudah boyongan ke pasar yang baru. Ya, mereka boyongan ke bangunan pasar legi baru yang berada di Jalan Soekarno-Hatta Kelurahan Banyudono Ponorogo. Alhasil, keadaan pasar relokasi saat ini manjadi kosong. Pasar relokasi yang berada di tanah Eks RSUD itu, sangat disayangkan jika dibiarkan begitu saja. Pemkab Ponorogo rencana bakal memanfaatkan lahan tersebut untuk usaha yang produktif.
“Disana (pasar relokasi) diarahkan untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) lebih berkembang,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ponorogo Agus Pramono, Senin (16/8/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-ponorogo”]
Rencana untuk mengembangkan UMKM itu, tentunya dalam rangka mewujudkan visi dan misi Bupati Sugiri Sancoko dan Wakil Bupati Lisdyarita. Yakni pertanian hebat, pemuda hebat dan UMKM hebat.
“Intinya pasar relokasi bekas RSUD itu untuk mewujudkan visi dan misi Bapak Bupati dan Wakil Bupati,” katanya.
Selain pelaku UMKM di bumi reyog, nantinya lahan eks RSUD itu juga untuk mendisplay produk dari PKK. Sehingga produk PKK di 21 kecamatan bisa dikenal banyak orang. “Nanti juga ada space untuk PKK corner. Segala produk dari ibu-ibu dari 21kecamatan bisa diperkenalkan. Goalnya mereka bisa produktif,” katanya.
Opsi lainnya, lahan bekas pasar relokasi bisa difungsikan pasar grosir sayuran yang besar. Segala sayuran ada disitu, pedagang bisa kulakan di pasar grosir sayuran tersebut. “Ada juga wacana untuk grosir sayuran yang besar. Ya sementara dua opsi itu untuk memanfaatkan lahan pasar relokasi itu,” pungkasnya. (end/kun)






