Kediri (beritajatim.com) – Bencana banjir bandang yang menerjang Kota Batu dan Malang pada Kamis Sore (4/11/2021) membuat ratusan warga harus mengungsi karena rumah mereka terdampak langsung oleh banjir. di Kota Batu setidaknya 15 rumah hancur tak bersisa akibat diterjang luapan banjir bandang.
Di Kota Malang 200 warga harus tinggal di pos pengungsian akibat rumah mereka terendam air dan berpotensi membahayakan keselamatan.
ACT Malang juga terus melakukan pelayanan Pasca banjir bandang di Malang Raya, sebab kondisi masyarakat yang mengungsi sangat membutuhkan pelayanan segera. Salah satunya kebutuhan makanan siap saji karena kondisi masyarakat di pengungsian tidak dapat melakukan aktivitas seperti biasanya.
Kebutuhan medis dan trauma healing juga diberikan kepada para pengungsi yang mengalami gangguang kesehatan serta memberikan dukuangan moral.
[berita-terkait number=”5″ tag=”banjir-bandang”]
Setidaknya ada 40 relawan MRI ACT Malang yang diturunkan hingga saat ini untuk melakukan berbagai pelayanan yang berada di pos pengungsian Senoputro, Kampung Putih, Klojen Kota Malang dan di Desa Bulukerto, Bumiaji, Kota Malang. Hingga hari ini tim relawan juga terus melakukan pemetaan wilayah karena masih banyak laporan masuk dibeberapa wilayah kota Malang yang belum tersentuh bantuan sama sekali.
“Kami terus berupaya melayani masyarakat Malang dan Batu yang terdampak serta terus berupaya menjangkau warga yang hingga kini belum tersentuh atau bahkan tidak terinformasikan sebelumnya.” Ucap Iqrok Wahyu Perdana selaku Penanggungjawab Operasi Emergency ACT Malang. Berberapa laporan wilayah yang belum dijangkau meliputi kelurahan Jatimulyo dan Mergosono.
“Kita selalu pantau dan menindaklanjuti hasil laporan yang diterima, insyaAllah relawan sudah melakukan assessment ke lapangan untuk mengetahui kebutuhan yang belum didapatkan warga” tambah iqrok.
Selain pelayanan makan siap saji, medis dan trauma healing. ACT Malang juga membantu dukungan logisitk dibeberapa dapur umum yang ada di Malang dan Batu untuk kebutuhan relawan yang turun membantu membersihkan puing-puing bangunan. “Di Batu kami juga support dapur umum warga dan relwan yang bertugas membersihkan rumah warga pasca banjir” tambah iqrok.
Beberapa armada ACT seperti Humanity Food Bus, Food Van dan Ambulance juga akan memberikan pelayanan beberapa hari kedepan di beberapa tiitk. Sekalipun kondisi emergency telah selesai pelayanan kepada masyarakat pasca bencana juga bisa terus berjalan. “Bagi kami tahap recovery menjadi pelayanan yang harus lebih ekstra karena warga memulai kehidupan mereka dari nol dan ACT harus hadir melayani mereka.” Tutup Iqrok. [nm/kun]






