Milan (beritajatim.com) – AC Milan dan Atalanta BC menghadapi tantangan berat pada second leg playoff knockout Liga Champions yang akan digelar Rabu (20/2) dini hari WIB. Sama-sama kalah pada first leg dengan selisih satu gol (1-2 dan 0-1), kedua tim Serie A tersebut harus meraih kemenangan dengan selisih minimal dua gol untuk bisa lolos langsung di waktu normal.
“Kami harus lebih efektif ketika berada di wilayah mereka (Feyenoord, Red). Kekalahan ini (pada first leg, Red) imbas dari kurang maksimalnya hal tersebut,” ujar allenatore AC Milan, Sergio Conceicao, seperti dilansir Milan TV.
Keuntungan besar bagi AC Milan dan Atalanta adalah mereka akan bermain di kandang sendiri. Rossoneri memiliki catatan impresif di San Siro musim ini dengan 11 kemenangan dan hanya satu kekalahan dari 19 laga kandang. Sementara itu, Atalanta juga menunjukkan performa solid di kandang dengan sembilan kemenangan dari 18 pertandingan, meski mengalami empat kekalahan.
Hingga saat ini, Inter Milan telah memastikan diri melaju ke babak 16 besar Liga Champions. Sementara Juventus juga bertarung di playoff knockout, namun mereka berada dalam posisi lebih nyaman setelah meraih kemenangan 2-1 atas PSV Eindhoven pada first leg.
Jika AC Milan dan Atalanta gagal melaju, Serie A hanya akan diwakili oleh Inter Milan di babak 16 besar. Hal ini akan menjadi kemunduran bagi kompetisi kasta tertinggi Italia, mengingat dua musim lalu, AC Milan dan Inter sama-sama menembus babak semifinal, sementara SSC Napoli mencapai perempat final.
Terakhir kali Serie A hanya mengirim satu wakil ke babak 16 besar terjadi pada musim 2015-2016, saat Juventus menjadi satu-satunya tim Italia yang bertahan. Kala itu, Bianconeri bahkan berhasil mencapai final, meski harus mengakui keunggulan FC Barcelona dengan skor 1-3. [dio/beq]






