Jombang (beritajatim.com) – Akademi Buah Nusantara (ABN) mendaftar sebagai kampus vokasi baru ke LLDIKTI (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) Wilayah VII Jawa Timur di di Surabaya. Kampus ini dirancang untuk menghasilkan tenaga ahli madya dalam bidang buah-buahan nusantara, dengan fokus pada pengembangan industri buah yang memiliki potensi besar di Indonesia.
“Setelah enam bulan dibahas dan dikaji mendalam, kemarin kami resmi mendaftar menjadi kampus vokasi yang akan melahirkan Ahli Madya buah-buahan nusantara,” jelas Yusron Aminulloh, Ketua Dewan Pembina Yayasan ABN, dalam keterangannya pada Kamis (4/12/2025).
Pendaftaran ABN disambut positif oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M. Dia menyatakan kesiapan untuk membantu proses administrasi dan menilai bahwa kehadiran ABN akan memberikan dampak positif bagi pengembangan pendidikan tinggi di Jawa Timur.
“Saya ucapkan terima kasih. Ini kampus spesifik yang mengkaji buah-buahan, sesuaikan dengan nomenklatur yang ada,” ungkap Prof. Dyah, memberikan apresiasi atas upaya ABN untuk memajukan pendidikan tinggi di bidang yang sangat spesifik dan relevan dengan kebutuhan industri.
Kehadiran ABN tidak hanya mendapat dukungan dari LLDIKTI, tetapi juga dari sejumlah perguruan tinggi terkemuka. Direktur ABN, Dr. Mohammad Reza Tirtawinata, menegaskan bahwa kurikulum ABN telah dirancang secara mendalam untuk menghasilkan lulusan yang siap membawa perubahan besar dalam industri buah-buahan Indonesia.
“Lulusan ABN diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan pada kemajuan buah nusantara. Karena itu, mahasiswa akan diasramakan selama 3 tahun. Mereka akan digembleng menjadi pribadi yang visioner, petani modern dengan teknologi terkini,” tegas Dr. Reza, yang merupakan alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan latar belakang S2 di bidang durian dan S3 dalam pengembangan manggis.
ABN juga mendapat dukungan penuh dari Universitas Airlangga dan UPN Jawa Timur yang turut memberikan masukan terkait kurikulum dan target pencapaian lulusan. Dukungan ini merupakan bentuk bakti kepada masyarakat, di mana kedua universitas tersebut berharap ABN dapat berperan besar dalam mendorong kemajuan industri buah-buahan di Indonesia.
“Alhamdulillah dukungan Universitas Airlangga dan UPN Jawa Timur, sebagai bakti ke masyarakat, ikut memberikan masukan dan mengkaji kurikulum dan target capain lulusan, sehingga berdampak kemajuan industri buah-buahan di Indonesia,” tutup Dr. Reza.
Dengan adanya Akademi Buah Nusantara, diharapkan akan terlahir lebih banyak tenaga ahli yang dapat memajukan industri buah nusantara, sebuah langkah besar dalam memperkenalkan buah-buahan lokal Indonesia ke pasar global. [suf]






