Jombang (beritajatim.com) – Akademi Buah Nusantara (ABN) memperkuat komitmennya dalam mengembangkan pendidikan vokasional di sektor buah nasional dengan fokus pada skala global.
Hal ini terwujud melalui pertemuan resmi antara pimpinan ABN dan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair), yang digelar pada Rabu, 14 Januari 2026, di Surabaya. Kolaborasi ini mencakup berbagai aspek penting, seperti riset terapan, pengabdian masyarakat, serta penguatan ketahanan pangan dan SDGs.
Prof. Dr. Suparto Wijoyo, Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana UNAIR Bidang Riset dan Kerja Sama, menyambut positif inisiatif ABN. “Kami sambut hangat kehadiran ABN. Dan Sekolah Pasca Sarjana UNAIR siap kerjasama dan kolaborasi. Apalagi sebelumnya sudah bertemu Rektor, Warek dan para guru besar dari FTMM sudah sering berdiskusi dengan ABN,” ujarnya, Kamis (15/1/2026).
Menurutnya, kolaborasi ini sangat relevan dengan agenda riset terapan dan pembangunan berkelanjutan.
Prof. Suparto juga menekankan bahwa ABN memiliki hubungan erat dengan isu ketahanan pangan, penguatan desa, serta pencapaian SDGs. Rencananya, antara ABN dan Pascasarjana Unair akan melaksanakan program riset dan pengabdian masyarakat internasional yang melibatkan mitra dari berbagai negara pada April hingga Juni mendatang.
Sementara itu, Prof. (Assoc) Dr. Karnaji, Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana Unair Bidang Sumber Daya dan Sarana Prasarana, mengungkapkan dukungannya terhadap kolaborasi ini. “ABN memiliki potensi besar sebagai mitra pendidikan vokasional berbasis kebutuhan riil di lapangan dengan orientasi internasional,” katanya.
Pendiri ABN, Yusron Aminulloh, menjelaskan bahwa ABN hadir untuk menjawab kekurangan sumber daya manusia profesional di sektor kebun buah Indonesia, khususnya di tingkat manajerial yang belum sepenuhnya memenuhi standar industri global.
“Banyak kebun buah industri di Indonesia berjalan dengan teknologi modern, tetapi tidak memiliki tenaga ahli yang benar-benar paham tata kelola kebun buah. ABN hadir untuk menutup celah itu, sekaligus menyiapkan SDM yang mampu bersaing di tingkat global,” ujar Yusron.
Dr. Muhammad As’ad, Ketua Yayasan Akademi Buah Nusantara, menambahkan bahwa ABN dirancang untuk mencetak lulusan yang siap kerja, dengan keterhubungan langsung ke kebun buah industri serta jejaring riset internasional. ABN kini memasuki tahap percepatan pendirian dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2026.
Pertemuan ini menjadi langkah awal menuju kerjasama formal yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) serta program kolaboratif di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat baik di tingkat nasional maupun internasional. [suf]






