Pacitan (beritajatim.com) – Nasib tragis menimpa seorang anak buah kapal (ABK) kapal nelayan KM Restu, yang dilaporkan meninggal dunia saat berada di perairan Samudera Hindia pada Sabtu, 4 April 2026. Korban, yang bernama Raapul (61), asal Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah mengeluhkan rasa sakit di bagian perut dan dada, yang diduga serangan jantung.
Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar, mengungkapkan bahwa korban sempat mengeluh sakit sebelum akhirnya pingsan dan meninggal dunia di atas kapal. “Korban sempat mengeluh sakit di bagian perut dan dada sebelum akhirnya pingsan dan meninggal dunia di atas kapal,” ungkap Ayub pada Minggu, 5 April 2026.
Peristiwa ini terjadi sekitar 22 mil dari daratan Pacitan, tepatnya saat kapal KM Restu tengah berlayar. Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Perikanan Tamperan, Pacitan, pada 29 Maret 2026, membawa total 24 ABK.
Selama beberapa hari berlayar, aktivitas penangkapan ikan berjalan normal. Namun, pada Sabtu pagi, kondisi Raapul mulai menurun dan ia mengeluhkan rasa sakit yang semakin parah. Meskipun rekan-rekannya berusaha memberikan pertolongan, nyawa Raapul tak tertolong.
Sekitar pukul 11.30 WIB, Raapul tak sadarkan diri dan dipastikan meninggal dunia di lokasi. Menyadari situasi tersebut, nahkoda kapal memutuskan untuk kembali ke pelabuhan dan melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang.
Setibanya di Pelabuhan Perikanan Tamperan sekitar pukul 15.00 WIB, jenazah Raapul segera dievakuasi oleh petugas gabungan dari Polairud, Polsek Pacitan, dan tim medis. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD dr Darsono untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Hasil visum menunjukkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan keterangan dokter, diduga korban meninggal akibat kelelahan yang memicu serangan jantung.
Pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Mereka juga menyatakan bahwa tidak akan menempuh jalur hukum atas peristiwa ini. [tri/suf]






