Surabaya (beritajatim.com) – Penggunaan Lipstik menjadi salah satu kebutuhan wanita setiap hari. Tapi apakah masyarakat tahu penggunaan lipstik bisa berdampak buruk buat kesehatan.
Apalagi dengan kebiasaan sebagian perempuan yang suka memakai lipstik sepanjang hari. Saat memakai lipstik, ada satu hal yang kerap menjadi tantangan bagi kebanyakan pemakainya.
Salah satunya saat memakan makanan atau meminum sesuatu. Biasanya saat makan atau minum, lipstik cenderung akan hilang dari bibir dan tak sengaja tertelan melalui makanan. Meski terkesan kebiasaan yang sepele, rupanya hal ini justru menjadi malapetaka.
“Jadi ada jurnal yang menyebutkan bahwa setiap hari ada sekitar 24 miligram lipstik yang tidak sengaja termakan atau tertelan ya. Itu kalau orangnya sering mengoles ulang lipstiknya, tapi kalau tidak sering mengoles di bawahnya ya (jumlah miligram lipstik yang tidak sengaja tertelan),” ungkap dr Shinta Dewi Rahmadhani Soetojo, SP. DVE, salah satu founder Eidyl Lipstik, Senin (1/1/2024).
Lebih lanjut dikatakan Shinta,” jika tertelan atau termakan makan komponen lipstik tersebut akan masuk ke organ-organ tubuh seperti lambung. Hal itu yang dapat menggangu kerja endokrin, hormon yang membantu mengontrol banyak fungsi penting organ tubuh jika berbahan tidak aman,” ujarnya.
“Selain gangguan endokrin, dalam jangka panjangnya bisa menyebabkan autoimun. Tidak hanya lipstik, tetapi pemakaian make up apa pun yang berulang,” imbuhnya.
Oleh karena merupakan kosmetika yang paling banyak dipakai, lipstik seharusnya terhindar dari kandungan berbahaya atau kadarnya dibatas ambang batas tertentu yang telah ditentukan. Namun, seringkali lipstik juga ternyata dapat mengandung oleh berbagai zat yang sifatnya berbahaya misalnya logam berat seperti timbal.(way/kun)






