Tuban (beritajatim.com) – Jika sedang berlibur atau berkunjung di wilayah Kabupaten Tuban, salah satu tempat yang sayang jika dilewatkan untuk dikunjungi adalah tempat wisata Petik Jambu Krital.
Keberadaan Agro Wisata kebun Jambu Kristal satu-satunya di Tuban Bumi Wali itu berada di Dusun Simo, Desa Sukoharjo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban. Meski terbilang baru, namun wisata Petik Jambu Kristal itu sudah banyak mengundang wisatawan dari berbagai kota.
Wisata Petik Jambu Kristal itu merupakan milik Kusnadi (39), yang juga warga Dusun Simo, Desa Sukoharjo, Kecamatan Bancar, Tuban. Yang mana, awal kebun Jambu Kristal tanpa biji itu sudah dirintis oleh pemilik kebun tersebut sejak sekitar 2,5 tahun lalu.
\\\”Untuk luas kebun sekitar dua hektare, dan di sini awalnya kita tanami sebanyak 2.000 pohon Jambu Kristal tanpa biji,\\\” kata Kusnadi, pemilik dari wisata Petik Jambu Kristal itu, Minggu (29/12/2018).
Pada tahun pertama membuka kebunnya itu, hasil panen Jambu Kristal dari kebun itu dipetik sendiri dan di jual di kawasan Kota Tuban. Setiap minggunya dari 2000 pohon jambu, bisa dipanen dua kali dengan hasil sekitar 200 kilogram.
\\\”Memang awal kita petik sendiri dan kita pasarkan sendiri di Kota Tuban untuk mengenalkan Jambu Kristal ini. Mungkin berjalan sekitar satu tahun,\\\” tambahnya.
Namun, setelah melihat potensi banyaknya wisatawan yang sering berkunjung di Kabupaten Tuban, Kusnadi pun kemudian berinovasi dengan membuka kebun Jambu Kristal miliknya itu menjadi tempat wisata. Pasalnya, selama ini belum ada Agro Wisata Petik Jambu Kristal di wilayah Kabupaten Tuban.
\\\”Karena melihat minimnya wisata di Kecamatan Bancar, akhirnya saya berkeinginan untuk menjadikan kebun ini jadi tempat wisata. Dan Alhamdulillah ini sudah berjalan dan mulai ramai pengunjung yang datang,\\\” papar Kusnadi.
Untuk masuk ke dalam wisata Petik Jambu Kristal yang ada di selatan SMP Negeri 2 Bancar itu, pengunjung hanya butuh mengeluarkan uang Rp 10 ribu saja. Pengunjung bisa memetik sendiri buahnya dan bisa makan Jambu Kristal sepuasnya di tempat.
\\\”Kalau untuk di bawa pulang harganya Rp 20 ribu per kilogramnya, kalau dimakan di tempat gratis. Untuk pengunjung kalau hari libur itu sudah ramai, ada yang datang dari Blora dan juga Rembang, Jawa Tengah, dan juga kota-kota lain,\\\” pungkasnya. [mut/but]





