Gresik (beritajatim.com) – Berkat Inovasi yang diciptakan karyawan di tahun 2022, Petrokimia Gresik mampu memberikan value (nilai tambah) sebesar Rp 277 miliar. Hal ini terungkap dalam Konvensi Inovasi ke XXXVII yang digelar di SOR Tridarma, Rabu (7/06/2023).
Dirut Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menuturkan, selain memberikan nilai tambah. Inovasi tersebut juga memberi nilai value creation sebesar Rp67,9 miliar atau hampir 25 persen berdampak langsung terhadap laba perusahaan atau direct financial benefit.
Besarnya value creation ini menjadi bukti jika inovasi yang dijalankan insan karyawan Petrokimia Gresik mampu membawa perusahaan untuk terus tumbuh. “Persaingan pasar semakin kompetitif, di sisi lain perkembangan teknologi juga terus membawa perubahan sistem yang mengharuskan Petrokimia Gresik adaptif. Untuk itu, seluruh insan Petrokimia Gresik harus terus berpikir inovatif untuk membawa perusahaan ini tumbuh dan melampaui batas maksimal,” tuturnya.
Value creation ini lanjut dia, merupakan sumbangsih dari 91 persen karyawan inovatif di sepanjang tahun 2022 yang tergabung dalam 1.599 Gugus Inovasi. Keterlibatan karyawan ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu sekitar 81 persen dan tergabung dalam 1.158 gugus inovasi.
“Kompetisi saat ini tidak nampak, karena persaingan bisnis yang ada sekarang adalah persaingan ide dan kreativitas bagaimana cara pelaku usaha bisa menjadi leader dengan melakukan drive pasar. Semua itu hanya bisa dimenangkan dengan berinovasi,” ungkapnya.
Adapun inovasi Petrokimia Gresik di tahun 2022 membuahkan sejumlah prestasi, diantaranya pada ajang Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) 2022. Perusahaan BUMN yang ber-home based di Gresik itu berhasil meraih sebelas diamond yang merupakan penghargaan tertinggi di ajang tersebut. “Kami berharap keterlibatan karyawan dalam berinovasi yang sudah luar biasa di tahun ini bisa semakin meningkat tahun depan, sehingga siap menghadapi tantangan baru,” papar Dwi Satrio Annurogo.
BACA JUGA:
Sementara itu, Ketua Pelaksana Konvensi Inovasi Petrokimia Gresik ke XXXVII Joko Raharjo inovasi kedua kalinya dilakukan secara tatap muka setelah pandemi. Tantangan kedepan semakin besar adanya pasar terbuka. Untuk itu, mari kita kembangkan inovasi ini dan tentunya evaluasi secara berkala agar bisa tercapai. “Inovasi ini kalau bisa bukan acara ceremonial saja tapi menjadi tonggak perusahaan kedepannya supaya tetap tumbuh dan terus berkembang,” pungkasnya. [dny/kun]






