Jember (beritajatim.com) – Menteri Sosial Tri Rismaharini memberikan penghargaan bidang penanganan korban bencana untuk Bupati Jember Hendy Siswanto. Kabupaten Jember menjadi satu-satunya daerah di Jawa Timur yang menerima penghargaan tersebut selain gubernur Jawa Timur.
Penghargaan diserahkan Risma kepada Kepala Dinas Sosial Jember Akhmad Helmi Luqman, dalam acara Hari Lanjut Usia ke-27 dan Hari Ulang Tahun Tagana ke-19 di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Senin (29/5/2023).
“Ada dua kabupaten yang mendapat penghargaan, yakni Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Jember. Penghargaan ini diberikan kepada Pak Bupati sebagai pembina utama Tagana (Taruna Siaga Bencana) di Kabupaten Jember,” kata Helmi, Senin (5/6/2023).
Selama ini Tagana ikut andil dalam penanganan korban bencana di Jember dan daerah lain. “Teman-teman juga rela ditugaskan di Kabupaten Cianjur kapan hari. Mereka menyelesaikan hampir lebih dari separuh shelter pengungsian di 14 kecamatan yang terdampak gempa,” kata Helmi.
Tagana Jember juga menjadi bagian dari gugus tugas atau task force khusus penanganan kebencanaan di seluruh Indonesia. Terakhir, Tagana Jember turun membantu korban bencana banjir bandang di Natuna dan Solok. “Di Dharmasraya, teman-teman Tagana membuat jembatan gantutng sepanjang 90 meter yang sebelumnya putus karena bencana,” kata Helmi.
“Jadi peran serta Tagana yang dikomandani Pak Bupati sangat massif untuk penanganan korban bencana. Bapak Bupati mendukung penuh secara anggaran dan mental kepada teman-teman Tagana untuk melaksanakan tugas di seluruh Indonesia selain di Jember,” kata Helmi.
Saat bertemu Mensos Risma, Helmi mendapat pesan agar selalu tulus dan ikhlas dalam bertugas. “Tagana Jember nanti juga akan pembinaan dan peningkatan kompetensi, serta memprakarsai KSB (Kampung Siaga Bencana). Mereka otomatis adalah sahabat Tagana Kabupaten Jember,” kata Helmi.
Ada dua KSB di Jember saat ini, yakni di Watu Ulo Kecamatan Ambulu, dan Kecamatan Panti. “Mereka adalah mitra Tagana. Tagana Jember sendiri beranggotakan 95 orang. Ada yang mendapat penugasan di Jember, Provinsi Jatim, dan Kementerian Sosial,” kata Helmi. [wir]






