Tuban (beritajatim.com) – Seorang ibu asal Desa Prambonwetan, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban menyulap gedebok pisang atau pelepah pisang menjadi camilan keripik yang enak dan gurih.
Siapa sangka pelepah pisang yang sering kita jumpai terkadang dibuang begitu saja, namun Sri Harnanik seorang ibu rumah tangga berusia 54 tahun ini mengolah pelepah pisang menjadi bisnis kuliner hingga meraup cuan puluhan juta rupiah.
Sri Harnanik bercerita pada awalnya ia membuat keripik pisang, dimana dibelakang rumah sangat banyak ditumbuhi pohon pisang. Sering kali ia hanya mengambil buah pisangnya saja, sesekali mengambil daun pisang untuk digunakan memasak. Tak pernah kepikiran Sri Harnanik bakal mengolah pelepah pisang, ia sering mengabaikan hingga tergeletak dan membusuk.
Lalu seiring berjalannya waktu usaha bisnis keripik pisangnya lancar, ia tak sengaja melihat di youtube bahwa pelepah pisang bisa dimanfaatkan. Dari sanalah Sri Harnanik terinspirasi dan belajar membuat keripik dari pelepah pisang atau yang bisa ia sebut gedebok pisang.
Baca Juga: Antisipasi Kebakaran Hutan Jadi Atensi Pemerintah
“Awalnya sih gak pernah kepikiran, terus tahu di youtube dan saya punya pohon pisang banyak pada akhirnya saya manfaatkan,” ucap Sri Harnanik. Minggu (04/06/2023).
Pihaknya mengaku, membuka bisnis gedebok pisang yang diolah menjadi keripik sejak pandemi Covid-19 menyerang di Indonesia sekitar akhir tahun 2019, ia memanfaatkan waktu dirumah saja untuk membuka bisnis kuliner yang beda, yang pada awalnya hanya keripik pisang saja ia menambah varian baru untuk usahanya.
“Waktu itu suami sebagai penjual kambing, pas pandemi Covid-19 penghasilan turun drastis, akhirnya saya coba bikin – bikin usaha yang saya bisa, kebetulan saya bisa mengolah keripik pisang, pisang sale, gedebok pisang dan rengginang,” ucapnya.
Baca Juga: Guru Renang Asal Surabaya Pegang Alat Vital Pelajar Sidoarjo
Sri Harnanik juga membocorkan cara membuat gedebok pisang enak, gurih dan renyah, yakni tahap pertama mengambil gedebok pisang yang masih muda, kemudian gedebok dibelah menjadi 2 bagian diambil bagian tengahnya saja. Bagian luar tidak bisa dipakai sebab teksturnya keras.
Lanjut, setelah bagian dalamnya diambil kemudian diiris tipis-tipis sesuai selera ukurannya, setelah itu hasil gedebok pisang yang telah di iris – iris kemudian direndam pakai air garam 4 sampai 5 jam, fungsinya untuk menghilangkan rasa getah dari pelepah pisang tersebut.
Kalau sudah direndam, pelepah pisang dilumuri dengan tepung tapioka, diberi bumbu merica bubuk dan penyedap rasa. Setelah itu, diaduk hingga pelepah pisang tercampur dengan tepung hingga merata, lalu panaskan minyak goreng. Menurut Sri Harnanik minyak goreng harus benar – benar panas agar rasa keripik bisa kriuk atau renyah.
Baca Juga: Bocah Kelas V SD Meninggal Tenggelam di Dam Kali T Kedungputri Ngawi
“Pakai api sedang, ditungguin dulu minyaknya harus benar-benar panas kalau gak gitu gak bisa kriuk, setelah panas minyaknya baru digoreng sampai kecoklatan,” terang Sri Harnanik.
Usai digoreng, pelepah pisang ditiriskan dan dimasukkan ke mesin spinner atau alat peniris instan yang bisa menghilangkan sisa minyak goreng. Setelah itu, pelepah pisang diberi bumbu rasa – rasa, pihaknya memakai rasa – rasa seperti bumbu balado, ayam panggang dan BBQ.
Kalau sudah dibumbui pelepah pisang atau gedebok pisang siap dikemas, untuk dapat mencicipi keripik pelepah pisang ini harganya bervariatif mulai dari Rp 10.000 sampai Rp 15.000 tergantung bentuk kemasannya.
“Kalau pakai kemasan polos tanpa print biasanya Rp 10 ribu kalau pakai print kemasan yang bagus jadinya Rp 15 ribu,” kata dia.
Baca Juga: Satu Jemaah Haji Kediri Tertinggal, Mas Dhito Melakukan Ini
Saat ditanya bagaimana proses penjualannya, pihaknya sudah bergabung di baik di Pemerintahan, ibu – ibu PKK serta Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (Hipmikindo) Tuban untuk proses pemasaran serta dijadikan kuliner khas Tuban.
“Diberbagai toko oleh – oleh yang ada di Tuban produk kami sudah masuk namanya Galuh Redbogpis Snack artinya Redpogpis singkatan dari Rengginang, Gedebok dan Pisang. Sedangkan nama Galuh diambil dari nama anak saya,” ujarnya.
Adapun omzet penjualan jika dirata – rata sekitar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. Sedangkan, jika ada pesanan maka bisa mendapatkan keuntungan lebih dari omzet pada biasanya.
“Sebulan bisa 100 kemasan itu kalau gak ada pesanan. Kita juga menerima pesanan kiloan, kalau online kita sudah sampai ke Surabaya juga tapi yang sering ya lokal – lokal Tuban sini saja,” pungkasnya. [Ayu/ian]
![IRT Asal Tuban Raup Cuan Jutaan Rupiah dari Gedebok Pisang Sri Harnanik pengusaha keripik gedebok pisang di Tuban. [Foto:Diah Ayu/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/06/Sri-Harnanik-pengusaha-keripik-gedebok-pisang-di-Tuban.jpg)





