Surabaya (beritajatim.com) – Pernikahan Putra Mahkota Yordania, Al Hussein bin Abdullah II sedang menjadi perbincangan hangat publik. Ia resmi menikahi Rajwa Al Saif pada Kamis (1/6) dengan upacara yang mewah di halaman Istana Zharan, Amman, Yordania.
Dilansir dari Independent, pesta pernikahan keduanya dihadiri oleh sejumlah tamu besar yang terhormat, seperti putra dan putri Kerajaan Inggris William dan Kate Middleton hingga ibu negara AS, Jill Biden.
Selain momen ‘Royal Wedding’, sosok Rajwa Al Saif juga rupanya menjadi sorotan. Ia terlihat sangat menawan dengan gaun pernikahannya yang berwarna putih, dan fakta bahwa ia bukanlah warga Yordania membuat banyak orang bertanya-tanya siapa sebenarnya sosok Rajwa Al Saif sebelum menyandang gelar “Yang Mulia Putri Rajwa Al Hussein” ini?
Faktanya, wanita 29 tahun tersebut adalah seorang arsitek Arab Saudi, ia lahir di Riyadh, Arab Saudi pada 28 April 1994. Rajwa Al Saif pun ternyata tidak lahir di keluarga yang biasa-biasa saja, melainkan ia dibesarkan oleh keluarga bangsawan di Yordania.
Ayahnya bernama Khalid Al Saif, seorang pendiri El Seif Engineering Contracting, yakni salah satu perusahaan konstruksi ternama di Arab Saudi. Sementara ibunya adalah Azza Al Sudaidiri, yang mana adalah sepupu pertama dari Raja Salman. Rajwa Al Saif sendiri memiliki 3 kakak laki-laki, menjadikannya sebagai anak bungsu dan perempuan satu-satunya.
BACA JUGA: Keturunan Bupati Magetan Kertonegoro Kesulitan Lacak Sejarah
Tidak hanya parasnya yang mempesona, Rajwa Al Saif juga memiliki otak yang cemerlang. Ia menempuh pendidikan di Amerika, tepatnya di Syracuse University dan berhasil meraih gelar BA pada tahun 2017.
Setelah lulus, ia pun terjun untuk bekerja di sebuah firma arsitektur di Los Angeles, hingga akhirnya Rajwa Al Saif memutuskan untuk melanjutkan studi di Fashion Institute of Design and Merchandising di Los Angeles. Hebatnya, di tahun 2018 ia telah lulus dengan gelar AA, Professional Designation dalam Komunikasi Visual.
Barulah setelah itu Rajwa Al Saif bekerja di sebuah perusahaan bernama POLA, namun ia memilih untuk menetap di Riyadh dan bekerja di Studio Designlab Experience. Dikutip dari LA Times, pertemuannya dengan sang pangeran juga terjadi melalui bantuan teman. Mereka berkenalan layaknya teman biasa hingga semakin dekat dan memutuskan untuk bertunangan pada Agustus 2022 lalu.
Sebagai calon ratu dan raja di masa depan, Rajwa Al Saif rupanya telah banyak mempersiapkan dirinya dan membuktikan rasa cintanya pada warga. Ia telah terjun langsung dalam berbagai proyek pelayanan masyarakat dan pendidikan, serta berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Yordania. Hal ini tentu saja membawa harapan baru bagi Yordania. Tak heran jika banyak orang yang memujanya dan ikut bahagia karena ia kini menjadi seorang putri. (mnd/nap)






