Gresik (beritajatim.com)– Bantaran Kali Lamong ditanami 1.500 rumput vetiver. Hal itu dilakukan guna mencegah banjir di kawasan setempat. Lokasi penanaman di Desa Lundo, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik. Penanaman rumput ini juga dimaksudkan untuk memperkuat tanggul sekaligus mencegah erosi.
Rumput vetiver dikenal dengan tanaman akar wangi sangat efektif mengatasai erosi. Panjang tanaman tersebut bisa mencapai 3 sampai 5 meter. Di usia 6 bulan hingga 1 tahun, rumput vetiver bisa mencapai 1 meter dan selanjutnya terus berkembang hingga panjangnya maksimal.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang melakukan penanaman rumput vetiver didampingi jajaran Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) serta perwakilan PT PLN Nusantara Power, dan organisasi kemasyarakatan berbagi peran menanam tanaman ini.
“Total ada 1.500 bibit yang ditanam di sepanjang 250 meter tanggul ditanami rumput vertiver,” ujar Fandi Akhmad Yani, Selasa (30/5/2023).
Mantan Ketua DPRD Gresik itu menambahkan, dirinya berharap penanaman rumput vetiver ini mendapat perawatan keberlanjutan. Sehingga efektif untuk mitigasi bencana banjir. “Tanaman ini sangat cocok mencegah erosi agar tanggul tidak tergerus saat arus Kali Lamong sedang deras,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Kali Lamong Meluap Lagi, 5 Desa di Gresik Terendam Banjir
Pemilihan rumput vetiver bukan tanpa alasan. Warga setempat sebenarnya meminta agar tanggul bisa ditanami singkong, pohon pisang, atau sejenisnya. “Kalau tanaman itu saya sampaikan jangan. Pasalnya, bisa membuat tanggul gembur dan mudah tergerus karena sering dicangkul,” pungkas Fandi Akhmad Yani. [dny/suf]






