Mojokerto (beritajatim.com) – Maha Vihara Mojopahit di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto menggelar persiapan menyambut Hari Raya Waisak ke 2567. Salah satunya mencuci rupang Budha tidur dengan air bunga.
Rupang Budha tidur dengan panjang 22 meter, lebar 6 meter dan tinggi 4,5 meter tersebut dibersihkan. Ada sebanyak delapan orang yang secara khusus melakukan pembersihan menggunakan air yang dicampur dengan bunga mawar, melati dan kenanga.
Rupang Budha tidur terbesar di Indonesia ini dibersihkan dengan seksama. Dengan air bersih, rupang Budha tidur diguyur terlebih dahulu kemudian disiram air campuran bunga mawar, melati dan kenanga lalu digosok di setiap bagiannya.
Mulai rupang Budha tidur sampai relief yang ada di bagian bawah. Bagian lekukan rambut menjadi tantangan tersendiri pada pembersihan karena cukup rumit sehingga dibutuhkan delapan orang. Tema tahun 2023 ini yakni ‘Harmonis Masyarakatnya, Tentram Negaranya’.
“Kalau kita bicara tentang Waisak, persiapan yang dilakukan sebetulnya sama dengan tahun-tahun yang lalu. Barusan kita membersihkan patung Budha tidur yang ada di Maha Wihara, ini merupakan salah satu icon di Maha Wihara maupun Mojokerto,” ungkap Upsaka Pandita Dharmmapalo (UP), Saryono, Selasa (30/5/2023).
Selain memandikan rupang Budha tidur, persiapan lainnya yakni memasang payung dan pembersihan di area yang nanti akan dijadikan tempat berdoa. Ini menjadi agenda rutinitas, pembersihan rupang atau patung dan persiapan altar untuk ritual.
Baca Juga:
Raker Forikan, Pemkab Mojokerto Bangun Kesadaran Masyarakat Gemar Konsumsi Ikan
“Bagi kami jika waktunya dibersihkan ya dibersihkan dan ini moment menjelang peringatan Waisak. Memang itu selalu kita bersihkan dan kita kasih bunga biar artinya secara kesakralan kita dapat. Itu sebagai simbol filosofi sebelum kita melaksanakan ibadah yakni membersihkan batin dan jiwa kita,” katanya.
Dalam peringatan puncak Hari Raya Waisak yang jatuh pada tanggal 4 Juni 2023 pukul 10.41.19 WIB. Sehingga rangkaian acara akan dimulai sejak pukul 08.30 WIB. Rangkaiannya, mulai prada sina yakni mengitari komplek Maha Wihara dan memandikan rupang Budha kecil.
“Kalau kita bicara ritual khusus, yang paling penting adalah niat kita. Saat membersihkan rupang Budha tidur ini, kita mempunyai niat kita membersihkan batin kita dari segala kekotoran. Pada waktu membersihkan, kita sarankan untuk membersihkan diri dan pikiran positif,” urainya.
Sementara bunga yang digunakan sebagai campuran air untuk membersihkan rupang Budha tidur adalah mawar, melati dan kenanga. Bunga ini diyakini mempersembahkan sebagai wangi-wangian dan simbol ketidak kekalan.
“Jadi memang tempat ini secara izin adalah tempat beribadah untuk agama Budha tapi di Maha Wihara Majapahit selalu welcome, selalu open kepada siapa saja yang ingin berkunjung ke Maha Wihara Majapahit. Kami persilahkan,” katanya.
Patung yang dibangun tahun 1993 oleh Yayasan Lumbini ini masih menjadi yang terbesar di Indonesia. Patung Buddha ini mempunyai dimensi panjang 22 meter, lebar 6 meter, serta tinggi 4,5 meter mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) pada tahun 2001.
Meski berwarna emas, patung ini terbuat dari cor beton dan dibuat oleh seniman dari Solo dan dibantu seniman asli Mojokerto. Pembangunannya secara manual dan merupakan terbesar ketiga se-Asea Tenggara setelah Thailand dan Kamboja. Namun baru dicat tahun 1999 dengan seluruh bagian patung dicat warna kuning keemasan.
Warna kuning emas karena Budha dalam agama Budha sebagai pencetus ajaran Budha, simbol warna emas adalah yang paling bagus. Sedangkan di bagian bawah patung terdapat relief-relief yang menggambarkan kehidupan Buddha Gautama.
Yakni hukum karmaphala dan hukum tumimbal lahir. Posisi tubuh patung sendiri berbaring miring menghadap ke arah selatan dan kepala bersandar di atas bantal yang disangga menggunakan lengan kanannya.
Posisi tersebut merupakan posisi saat Budha saat meninggal dunia. Patung Budha ada di setiap wihara, baik kecil maupun besar. Yang membuat orang banyak bertanya dibangun sebesar ini karena dasar tempat ibadah, sisi historis Majapahit besar keyakinan Budha dan Hindu. [tin/beq]






