Surabaya (beritajatim.com) – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Surabaya (BEM Ubaya) menggelar Festival Musik Multifest ‘Jaggadhita Dhakara’ pada Sabtu (27/5/2023) malam. Berkonsep keragaman budaya, kegiatan ini diharapkan bisa memberikan insight baru tentang perbedaan di Indonesia.
“Melalui tema ini, kami ingin peserta mendapat banyak insight baru mengenai keragaman budaya, agama, dan semua perbedaan lainnya yang ada di Indonesia,” ujar Kezia Shaloom Liesia Saputri, panitia Multifest.
Festival ini menghadirkan Kunto Aji dan Diskoria. Kezia mengatakan, pihaknya ingin Multifest hadir sebagai wadah bagi masyarakat, khususnya mahasiswa untuk dapat memupuk rasa nasionalisme, khususnya terkait pelestarian kebudayaan Indonesia.
“Selain itu, mereka juga membawa nostalgia dalam dunia musik tanah air yang dikemas dengan cara modern. Konsep seperti inilah yang kami inginkan pada acara Multifest,” ungkapnya.
https://beritajatim.com/berita-redaksi/hut-beritajatim-dan-harapan-besar-di-usia-17-tahun/
Kezia berharap, lewat Multifest ini, pengunjung dapat ikut terlibat dalam semarak festival musik di Ubaya dan mendapat pesan tentang keragaman budaya yang menjadi tujuan acara ini.
“Dengan memahami, menerima, dan menghargai keragaman itu, maka kita dapat mencapai Jagaddhita Dakara atau kesejahteraan dunia di sepanjang masa,” katanya.
Selain performance kedua musisi tersebut, acara Multifest juga dimeriahkan oleh mahasiswa Ubaya. Mereka menampilkan pembacaan puisi, band, hingga bernyanyi lagu dangdut. Ada pula bazaar makanan di sekitar lokasi pertunjukan. [ipl/but]






