Ngawi (beritajatim.com) – Pak RT berinisial WS (58) pelaku pembacokan ibu muda berinisial HW (23), akhirnya ditahan di Mako Polres Ngawi pada Sabtu (27/05/2023). Pria warga Desa Karanggeneng Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi itu kini harus merasakan dinginnya lantai tahanan dengan jeruji besi itu.
Kanit Pidsus Satreskrim Polres Ngawi Iptu Supriyanto membenarkan jika WS sudah ditahan di Mako Polres Ngawi. Meski masih perlu rawat jalan, polisi tetap turut mengawasi kondisi WS pasca operasi penyambungan pergelangan tangan kiri. “Benar sudah ditahan di Mapolres Ngawi,” kata Supriyanto singkat.
Polisi pun bakal mengorek keterangan lebih lanjut dari WS. Pun sebelumnya polisi telah memintai keterangan HW yang kini sudah dirawat jalan. Dia kini berada di rumah dan sang suami yang tadinya merantau, kini turut menemani sang istri yang masih pemulihan pasca operasi pengambilan puingan sabit yang tertinggal di kepala belakangnya usai dibacok WS.
Diketahui, Kapolsek Pitu AKP Karno mengungkapkan dugaan penyebab penganiayaan yang dilakukan Pak RT berinisial W (58) pada ibu muda berinisial H (23) di Ngawi, Jawa Timur, Rabu (17/5/2023).
Ada dugaan jika W sempat menjalin hubungan asmara dengan H. Hubungan itu sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Suami H tengah merantau di Jakarta. Sementara W masih tinggal bersama istrinya.
Dia menduga jika H yang ingin mengakhiri hubungan tersebut justru dianiayai oleh W. Namun, sayangnya keduanya belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut karena kondisinya masih belum memungkinkan.
“Dugaan kami begitu ya. Namun, tentu kebenarannya akan terungkap setelah proses penyelidikan. Kami belum bisa pastikan sebabnya karena apa ya. Karena perlu menanyai baik korban dan terduga pelaku,” katanya.
https://beritajatim.com/berita-redaksi/hut-beritajatim-dan-harapan-besar-di-usia-17-tahun/
Sebelumnya diberitakan, W (58) warga Desa Karanggeneng Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi diduga membacok seorang ibu muda berinisial H (23) yang masih tetangganya sendiri pada Rabu (17/05/2023) pukul 10.00 WIB.
Tak hanya itu, W pun ditemukan bersimbah darah di rumahnya. Lengan kirinya nyaris putus bahkan kepalanya terdapat luka bacok. Dia pun sampai harus menjalani perawatan di RSUD dr Soeroto.
S kakak perempuan H, mengatakan jika dia tahu adiknya dibacok saat anak H mendatangi rumahnya. Bocah empat tahun itu mengatakan padanya jika ada orang jahat. Gadis itu terlihat takut dan membuat S langsung mendatangi H.
Saat dihampiri di rumah, dia melihat H sudah bersimbah darah. Dia pun melihat jika ada luka di kepala H. Kemudian, dia pun meminta tolong warga untuk memberikan pertolongan pada H. H kemudian dibawa ke Puskesmas Pitu untuk mendapatkan perawatan medis.
“Saya tahunya kan dia ini pas sudah tergeletak. Anaknya datang ke rumah, katanya ada orang jahat. Saya terus datang ke rumahnya. Dia sudah tergeletak di halaman rumah,” kata Suryati saat berada di Puskesmas Pitu.
Dia pun bertanya pada H yang saat itu masih sadar. H mengatakan jika yang melukainya adalah W. Selebihnya, S tak tahu jika W juga mengalami luka. Yang jelas, dia memang mendengar teriakan tetangganya saat melihat W yang juga terluka.
“Tapi saya tidak tahu kenapa ya. Lukanya di mana saya gak tahu. Yang jelas saya hanya menolong adik saya ini dulu,” kata Suryati.
https://beritajatim.com/berita-redaksi/arumi-bachsin-apresiasi-jatim-pr-award-di-hut-ke-17-beritajatim/
Sementara itu, Kapolsek Pitu AKP Karno mengatakan, hasil pemeriksaan awal dugaan pelaku mengarah ke W. Namun, untuk pelaku yang melukai W masih belum diketahui. Polisi menduga jika W melukai dirinya sendiri.
“Dari hasil keterangan sejumlah tetangga dan kerabat, diduga pelaku adalah W. Kemudian, kami menduga W ini hendak mengakhiri hidupnya. Ada luka di bagian lengan kiri. Tangannya nyaris putus. Kemudian, ada juga luka bacok di kepala,” katanya.
Karno menjelaskan jika saat ini pihaknya sudah mengamankan barang bukti berupa celurit, ponsel W dan H, serta bantal dengan ceceran darah. Pun, pihaknya bersama Satreskrim Polres Ngawi masih menyelidiki terkait kejadian dugaan penganiayaan tersebut. [fiq/but]






