Ngawi (beritajatim.com) – Sedang mencari pakan ternak di hutan, seorang warga Desa Tawangrejo, Kecamatan Ngrambe, Ngawi, Jawa Timur, Selasa (25/1/2022) pukul 15.00 tertimpa pohon.
Adalah Arjo Sukiban (73) warga Desa Tawangrejo, Ngrambe, Ngawi, Jawa Timur. Bapak enam anak itu meninggal dunia lantaran tertimpa cabang pohon pinus yang tumbang. Naasnya, kepalanya terbentur batu dan luka di kepala otulah yang membuatnya meninggal dunia.
Kejadian berawal saat dia dan putra ketiganya Suroso (45) sedang mencari rumput di lembah sekitar satu kilometer dari rumahnya.
Tak berselang lama setelah mereka berangkat, Ngrambe diguyur hujan dreas disertai angin. Derasnya hujan membuat pohon pinus di lokasi kejadian ambruk dan batangnya menimpa Arjo Sukiban yang masih mencari rumput.
Anak korban yang turut mencari rumput lantas melihat sang ayah yang sudah tersungkur. Suroso langsung mengangkat sendiri sang ayah dari lembah menuju ke jalan raya. Dari sana dia mulai mencari bantuan untuk mengangkat sang ayah.
Warga lantas memberikan pertolongan dan hendak membawa ke puskesmas namun sudah terlambat. Arjo Sukiran sudah mengembuskan nafas terakhir dan langsung dibawa ke rumah duka.
”Anaknya kebetulan kan mau ngangkut tumput kalau sudah penuh. Terus waktu itu hujan dan angin ada pohon pinus tumbang. Ayahnya sudah tertimpa pohon. Diangkut sendiri ke jalan sama anaknya ini,” kata Suwanto, Kasun Tawangrejo saat ditemui di rumah duka, Selasa (25/1/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”ngawi”]
Dia membenarkan bahwa warga hendak membawa korban ke puskesmas terdekat. Namun, korban sudah terlebih dulu meninggal dunia. Akhirnya, warga pun membawa korban ke rumah duka untuk kemudian dimakamkan.

Sementara itu, Iptu Sukoco Kapolsek Ngrambe menyebut bahwa hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) membenarkan bahwa Arjo Sukiban murni korban bencana alam. Lantaran, saat kejadian memang terjadi hujan deras dan angin kencang di Ngrambe.
”Saat kejadian memang hujan deras. Memang murni karena bencana alam. Ada luka di kepala akibat tertimpa pohon dan terbentur batu,” kata Sukoco.
Dia menyebut pihak keluarga korban menerima kejadian titu sebagai musibah. Jenazah Arjo Sukiban untuk dipulasara dan dimakamkan. (fiq/ted)






