Surabaya (beritajatim.com) – JMS (Jatim Media Summit) 2023 resmi berakhir. Namun begitu, gaung dari acara yang diinisiasi bersama Beritajatim.com, Suara.com, dan International Media Support (IMS) masih terasa hingga saat ini.
Banyak yang merasa kehadiran event yang dibuka oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan ditutup oleh Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak ini memberikan manfaat cukup besar. Khususnya bagi keberlanjutan media digital dari aspek konten, teknologi, maupun bisnisnya.
Para pegiat media digital di Jawa Timur mengaku merasakan betul manfaat dari setiap materi yang tersaji. Tidak sedikit dari mereka yang coba menerapkan teknik yang disampaikan para narasumber mumpuni.
Seperti dituturkan Editor Suarasurabaya.net, Iping Supingah. Dia mengaku sangat tertarik dengan gelaran Jatim Media Summit 2023 di Whiz Luxe Hotel Spazio Surabaya pada Rabu-Kamis (24-25/5/2023).
“Banyak ilmu yang dishare oleh narasumber dan ini berkaitan dengan media yang kita kelola juga,” ujar Iping kepada Beritajatim.com.
Iping mengungkapkan banyak hal baru didapat selama mengikuti Jatim Media Summit 2023 dan belum diterapkan di media kelolaannya. Materi yang didapat bisa menambah wawasan dan bisa segera dipraktikkan.
“Langsung kena gitu, lho, dan langsung ada pemikiran, oh iya ya, bisa kayak gini ya untuk menghasilkan duit itu harus seperti ini,” kata dia.
Baca Juga:
Resmi Menutup Jatim Media Summit 2023, Wagub Emil Dardak: Ini Event Bagus, Semoga Berlanjut Lagi
Dia berharap, JMS tidak hanya terselenggara sekali. Bahkan, sebisa mungkin digelar dalam kurun waktu enam bulan sekali agar tren perkembangan teknologi terkini bisa dibagi.
“Ini memang dari teman-teman yang kemarin saya sempat ngobrol juga sesama peserta, diharapkan sih harus ada lagi. Enggak kemungkinan ada lagi, bukan, tapi harus ada lagi dan mungkin perkembangan teknologi sangat cepat ya, kayak misalnya kemarin Open AI,” kata dia.
Chief Executive Officer Disway.id, Tomy C. Gutomo mengaku banyak mendapat ilmu di forum ini. “Keren forumnya,” kata dia.
Sebagai pengelola media digital, Tomy merasa materi di Jatim Media Summit benar-benar menambah wawasan. Terutama berkaitan dengan managemen bisnis dari media digital.
“Ini nambah wawasan sekali, nambah networking, dan membuka peluang-peluang baru lah. Saya senang lah, dan setelah ini kita masih bisa mem-follow up dari forum ini,” terang Tomy.

Tomy juga punya harapan agar Jatim Media Summit bisa terselenggara kembali di tahun depan. Tujuannya agar ada update dari perkembangan teknologi terkini yang bisa dimanfaatkan oleh para pegiat media digital.
“Karena, terus terang kita kalah maju lah dengan teman-teman di Jakarta, kalah network sama yang di sana (media-media digital di Jakarta),” ucap dia.
Sementara, Editor Timesindonesia.co.id, Wahyu Nurdiyanto, menilai Jatim Media Summit merupakan pertemuan yang luar biasa penting. Khususnya bagi keberlanjutan pemberdayaan media-media di Jatim dalam menghadapi perkembangan teknolgi dan dunia industri.
“Pertemuan ini perlu ada tidak lanjut, misalnya ada coaching tertentu dari stakeholder-stakeholder industri media, bagaimana mengajari kami, media-media lokal ini untuk menjadi lebih baik, baik dari infrastruktur IT, keredaksian, SDM, sampai pada ujungnya bagaimana kami bisa menghasilkan revenue yang baik selain menghasilkan produk jurnalistik yang berkualitas,” ucap dia.
Baca Juga:
Jatim Media Summit 2023 Ungkap Tantangan dan Pengembangan Ekosistem Media Digital
Wahyu mengakui dengan infrastruktur yang baik, maka bisnis media digital akan pula menjadi baik. Tidak kalah penting, menghasilkan kesejahteraan bagi para awaknya.
“Ketika kesejahteraan bagus, kualitas biasanya akan sama. Karena kami percaya, good content good business, kalau kontennya bagus bisnisnya bagus,” terang Wahyu.
Selanjutnya, Wahyu menilai perlu ada spesialisasi materi sehingga bisa langsung menjawab persoalan media digital. Karena itu, perlu ada kelas-kelas khusus, terutama untuk infrastruktur IT mengingat perkembangannya yang begitu pesat.
“Karena infrastruktur IT menjadi hal yang paling dominan saat ini. Bagaimana web itu cepat, web itu harus bisa memenuhi kebutuhan konsumen kecepatan itu. Sementara, kami yang di daerah mungkin kesulitan untuk mengejar teknologi itu. Itu karena ketidaktahuan ataupun karena memang biaya yang sangat tinggi pada server yang harus migrasi ke server yang lain, semacam itu,” terang dia.

Redaktur Sindonews.com, Masdarul Khoiri, mengungkapkan hal senada. Dia mengapresiasi digelarnya Jatim Media Summit, mengingat acara semacam ini baru pertama kali berlangsung di Jatim.
“Karena mungkin ini baru pertama kali dan banyak manfaatnya juga buat teman-teman pengelola media, karena selain ada ilmu-ilmu teknik tentang media online juga kita bisa membangun dan mengembangkan jaringan di forum ini,” ungkap dia.
Lebih lanjut, Masdarul berharap ke depan materi dapat menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. Sebab, dia mengakui tren teknologi sangat pesat dan harus dikuasai.
“Nanti juga tahun depan akan menyesuikan dengan perkembangan teknologi saat itu, mungkin juga akan bisa disesuaikan dengan kebutuhan saat itu,” kata Masdarul.
JMS 2023 digelar dengan sejumlah agenda, mulai dari diskusi panel, workshop, talkshow, coaching clinic serta networking. Sejumlah tema terkait keberlanjutan media dibahas dalam forum ini, seperti Peluang dan Tantangan Bisnis Media di Jawa Timur: Kini dan Masa Depan (Manajemen, Bisnis, Konten, Teknologi); Optimasi Sosial Media dan Distribusi Konten untuk Media Lokal; juga Technology for Local Media.
Terdapat pula tema seperti Menggali Digital Revenue dari Ad Native Platform, Creative Video Production for Social Media; Boost Traffic dengan SEO untuk Media Lokal; Business Model Canvas for Local Media; hingga diskusi Membangun Ekosistem Media Digital di Jawa Timur.
Forum ini menghadirkan pembicara yang kompeten di bidangnya. Seperti Sapto Anggoro (Dewan Pers), Ajar Edi (Microsoft Indonesia), Amir Suherlan (Wavemaker Indonesia/GroupM), Yuswohady (Inventure), Heru Tjatur (ICT Watch), Then Triyadi (Huawei Cloud Indonesia), Aliefah Permata Fikri (MGID), Eva Danayanti (International Media Support) dan Asep Saefullah (Suara.com).
Tidak ketinggalan Subagja Hamara (Harapan Rakyat), Dimas Sagita (Suara.com/Nexus), Kenasti Arninta Putri (Digital Creator), Ika Fransisca (USAID), Iramdani (Arkadia Production), Ari Suprayogi (Warta Bromo), Deasy Sekar Tanjung Sari (USAID), serta para pembicara sesi diskusi penutup yakni Sherlita Agustin (Kadiskominfo Jatim), Arief Rahman (AMSI Jatim), Ulika Trijoga Putrawardana (Pertamina), dan Retna Apsari (FTMM Unair).
Tidak dapat dipungkiri, acara ini terselenggara secara sukses berkat dukungan banyak pihak. Karena itu, Beritajatim.com bersama Suara.com selaku penyelenggara bersyukur dan berterima kasih kepada IMS selaku mitra inisiator, Pemprov Jatim, Universitas Airlangga, Dinas Kominfo Jatim, dan USAID Indonesia lewat program IUWASH.
Terima kasih juga tersampaikan kepada para kolaborator yang terdiri dari MGID, Bank Danamon, Bank BCA, Sinarmas, HM Sampoerna, Djarum Foundation, Mandiri Utama Finance, PGN Saka, Exxon Mobile Cepu Limited, PEP Zona 11, PEPC JTB, Kangean Energi Indonesia, Gudang Garam, HCML, Medco Energi, MBGI, Eyelink Group & Klinik Mata KMU, serta Aqua.
Patut pula disyukuri dan diapresiasi penyelenggara yaitu partisipasi aktif dari hampir 150-an peserta Jatim Media Summit 2023. Para peserta tidak hanya media-media digital dari berbagai daerah di Jawa Timur namun juga ada yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, serta Papua yang mengikuti kegiatan secara online. [beq]






