Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto menggelar Pers Gathering di Kota Semarang. Kegiatan ini meningkatkan sinergitas dan kolaborasi pemerintah daerah dengan media massa dalam pengembangan wisata berbasis budaya dan sejarah di Kota Semarang.
Asisten Administrasi Umum Setdakot Pemkot Mojokerto, Abdul Rachman Tuwo mengatakan, ada sebanyak 78 awak media, influencer dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kota Mojokerto berada di Kota Semarang.
“Kami ingin belajar, bagaimana Pemkot Semarang bisa bekerjasama dengan media massa dalam pengembangan wisata berbasis budaya dan sejarah di Kota Semarang,” ungkapnya di Lantai 8 Balai Kota Semarang.
Rachman mengatakan Pemkot Mojokerto ingin mengetahui strategi publikasi Pemkot Semarang untuk menarik jumlah kunjungan wisata ke Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah tersebut. Sehingga bersama awak media, influencer serta KIM Kota Mojokerto, Pemkot Mojokerto menggelar stundy banding ke Pemkot Semarang. Tujuannya tidak lain agar pariwisata di Kota Mojokerto bisa dikenal dan menarik kunjungan wisatawan.
Menanggapi hal tersebut, Plt Kabag Komunikasi Pimpinan dan Protokol Setda Pemkot Semarang, Kartika Hedi Aji menjelaskan, jika KIM Kota Semarang sudah terbentuk dari tingkat kota sampai ke 16 kecamatan yang ada di Kota Semarang. Sementara untuk media, hingga saat ini ada 25 media yang telah bekerjasama dengan Pemkot Semarang dalam mendukung pembangunan Kota Semarang.
Baca Juga:
Atlet Peraih Medali Emas SEA Games Asal Kota Mojokerto Dikirab Naik Mobil Antik
“Kota Semarang memiliki luas 372,3 km persegi, mempunyai 16 kecamatan dan 177 kelurahan. Masyarakat yang telah ber- KTP Kota Semarang ada sebanyak 1,6 juta jiwa dan masyarakat yang beraktifitas di Kota Semarang ada sebanyak 2,5 juta jiwa. Perlu diketahui, bergerak bersama jadi konsep pembangunan mewujudkan Semarang Smart City. Kami punya konsep 5P. Jadi pemerintah, pengusaha, penduduk, pewarta dan pendidik bergerak bersama mewujudkan Semarang Smart City,” jelasnya.
Masih kata Hedi, Humas dan Diskominfo Kota Semarang saling berkolaborasi. Humas tupoksinya untuk publikasi terkait pimpinan daerah sedangkan Diskominfo Kota Semarang terkait publikasi terkait kegiatan Pemkot Semarang mulai dari OPD, Kecamatan hingga Kelurahan. Selain memaksimalkan kerjasama dengan media, Pemkot Semarang juga mempublikasikan kegiatan melalui display dan videotron serta mengelola 16 baliho dan juga berlangganan whatsApp blast.
Setelah melakukan kunjungan di Pemkot Semarang dan sejumlah wisata cagar budaya, sebagai penutup Diskominfo Kota Mojokerto menggelar Ngobrol Penuh Inspirasi (Ngopi) bersama Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari. Orang nomor satu di lingkup Pemkot Mojokerto tersebut berterimakasih dan berharap untuk selalu bersama dan bersinergi dalam melaksanakan pemerataan pembangun di seluruh Kota Mojokerto.
Baca Juga:
Wali Kota Mojokerto Berharap Penderita Hipertensi Tetap Produktif
“Kita bisa terus bersinergi dalam melanjutkan tugas-tugas kita dan tetap menjaga Kota Mojokerto yang selalu harmonis bagi siapa saja. Saya minta tolong teman-teman media dan KIM, tahun 2023 ini Pemerintah Kota Mojokerto menggencarkan promosi terkait proyek strategis nasional yang berasal dari DAK tematik integratif. Ada enam kementrian yang mendukung proyek Taman Bahari Mojopahit. Kita gaungkan supaya semakin viral,” harapnya.
Masih kata Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, jika nantinya Taman Bahari Mojopahit (TBM) sudah terbangun 100 persen dan siap untuk menjadi Daya Tarik Wisata (DTW) di Kota Mojokerto. Maka nama TBM sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat sehingga promosi dan publikasi dilakukan sebelum semuanya proses dibangun. Ini setelah Ning Ita (panggilan akrab, red) mendapatkan masukan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno.
“Beliau menyampaikan terkiat bagaimana simbol OK OCE, itu beliau gaungkan sejak 8 tahun lalu. Sehingga saat ini, OK OCE itu menjadi satu simbol banyak dikenal dan diketahui masyarakat khususnya UMKM di Indonesia. Jadi butuh waktu ternyata sejak beliau peryama kali mengaungkan simbol OK OCE, jadi sekarang saya minta tolong kepada media dan KIM untuk mempromosikan dan mempublikasikan Taman Bahari Majapahit,” tegasnya. [tin/beq]






