Blitar (beritajatim.com) – Momen pendaftaran bakal calon legislatif yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blitar selama 14 hari menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku seni. Banyaknya partai politik yang menggunakan jasa pelaku seni untuk memeriahkan kegiatan pendaftaran bacaleg menjadi penyebabnya.
Pendapatan jutaan rupiah pun mampu dikantongi oleh sejumlah pelaku kesenian di Kabupaten Blitar. Salah satu pelaku seni yang panen cuan adalah Reog Rini Sakti asal Kecamatan Garum Kabupaten Blitar.

Selama masa pendaftaran bakal calon legislatif, kesenian reog tersebut telah 2 kali dipesan oleh partai politik, yakni PAN dan PKN. Dari dua Parpol itu sangar Reog Rini Sakti bisa memperoleh pendapatan hingga 6 juta rupiah.
“Alhamdulillah mas bisa dibuat makan, karena pandemi hingga kini sepi job juga, meski lebih murah kami bisa bersyukur uangnya masih cukup untuk dibagi dengan teman-teman,” kata Harini, Ketua Sanggar Reog Rini Sakti.
Harini mengaku tarif sekali tampil di acara pendaftaran bacaleg itu jauh lebih murah dari sejumlah even. Menurutnya tarif sekali tampil di luar kegiatan parpol mencapai 10 juta rupiah, namun saat pendaftaran bacaleg ini hanya mencapai 3 juta rupiah saja.
Meski begitu Harini dan kawan-kawannya tetap bersyukur. Pasalnya selama 2 tahun pandemi grup keseniannya sepi orderan.
“Kalau even di luar harganya 10 juta, karena selama ini sepi orderan dan kami rasa masih cukup untuk dibagi ya tidak apa-apa,” jelasnya.
Harini pun menjelaskan bahwa grup keseniannya murni hanya dipesan untuk mentas saja dan tidak ada tendensi politik. PAN dan PKN pun membebaskan 30 anggota kesenian reog itu menentukan hak suaranya tanpa ada unsur paksaan memilih kedua partai politik tersebut di Pileg mendatang.
“Tidak ada mas, tidak ada paksaan harus memilih caleg dari partai itu tidak ada,” imbuhnya.
Hampir semua partai politik di Kabupaten Blitar memang menggunakan jasa group kesenian untuk memeriahkan pendaftaran bacaleg ke KPU. Ada yang menggunakan grup kesenian barongsai, jaranan hingga reog.
Semua parpol yang menggunakan jasa pelaku seni pun menyuarakan hal yang sama yakni peduli pada kesenian. Mereka ingin menunjukkan bahwa partai politik peduli pada nasib pelaku seni, dengan cara memberikan ruang berekspresi.
Selain memberikan pendapatan bagi pelaku seni, kegiatan penggunaan jasa kesenian saat pendaftaran bacaleg ini juga memberikan hiburan bagi masyarakat sekitar KPU. Terutama bagi warga yang memiliki anak kecil.
Baca Juga:
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/gubernur-lemhannas-ziarah-ke-makam-bung-karno-blitar-ini-harapannya/
Masyarakat sekitar KPU pun bisa menikmati hiburan secara gratis yang selama 2 tahun terakhir jarang mereka lihat. Salah satu warga yang merasa terhibur dengan adanya atraksi dari berbagai kesenian itu adalah Ita. Ibu 35 tahun itu hampir setiap hari datang ke KPU untuk melihat kesenian mulai dari barongsai, jaranan hingga reog selama tanggal 11-14 Mei 2023.
Ita tidak sendiri ia mengajak dua anaknya untuk menyaksikan atraksi dari pelaku kesenian yang sengaja disewa oleh sejumlah partai politik.
“Ya hiburan gratis, karena saya momong anak dua jadi suka datang ke sini, rumah saya tidak jauh dari sini jadi kedengaran kalau ada barongsai atau reog, jadi saja datang ke sini,” katanya. (owi/ted)






