Bantul (beritajatim.com) – Sejak 2015, pemerintah melalui amanat UU Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa mengalokasikan anggaran nasional untuk desa atau disebut dengan dana desa yang tiap tahunnya selalu meningkat.
Terhitung mulai dari 2015-2023, sebanyak Rp537 Triliun Dana Desa telah disalurkan dengan rata-rata Rp1 miliar per desa per tahun.
“Ke depan 2024 mendatang target anggaran tiap desa Rp5 miliar per desa. Semoga dana desa terus bermanfaat untuk pembangunan demi kesejahteraan rakyat dan kemakmuran rakyat,” jelasnya Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dalam acara BUMDes Inspiratif Inklusif Sosial dan Sirkulasi Ekonomi.
Ia menegaskan dana desa merubah banyak wajah desa dan sangat efektif sekali untuk mempercepat pembangunan.
Sejak tahun pertama hingga saat ini, Dana Desa telah menghasilkan beragam capaian output berupa infrastruktur yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup di desa. Infrastruktur yang menunjang aktivitas ekonomi masyarakat berupa 311.656 km jalan desa, 1.602.227 meter jembatan, 12.297 pasar desa, 42.370 kegiatan BUM Desa, 7.420 unit tambatan perahu, 5.413 unit embung, 572.812 unit irigasi, dan 249.415 unit penahan tanah.
Di sisi lain, pemanfaatan Dana Desa tidak hanya terpusat pada pembangunan infrastruktur, namun juga digunakan untuk menunjang kualitas hidup masyarakat desa, seperti 29.430 unit sarana olah raga, 1.502.631 unit air bersih, 444.465 unit MCK, 14.462 unit polindes, 45.827.627 meter drainase, 66.727 kegiatan PAUD, 42.388 unit posyandu, 76.669 unit sumur.
Baca Juga:
BPK dan DPR Sosialisasi Pengelolaan Dana Desa di Sidoarjo
Ketua Umum PKB ini juga menegaskan terkait inklusi sosial merupakan platform pembangunan yang memastikan hak-hak kelompok perempuan, penyandang disabilitas, miskin, rentan dan marjinal terpenuhi, termasuk hak ekonominya. Contohnya seperti BUM Desa di Kabupaten Sleman telah menjalankan upaya inklusi sosial, seperti Kelompok SPP dalam kegiatan BUMDESMA LKD yang anggotanya perempuan dari keluarga miskin produktif dan pelibatan warga penyandang disabilitas dalam kegiatan usaha yang dilakukan oleh BUM Desa Panggung Lestari, Kampung Mataraman Desa Panggungharjo ini.
Desa telah terbukti bangkit dan menjadi tulang punggung kemajuan dan daya tahan negara. Pemberian kewenangan yang lebih luas dan instrumen pendukung yang lebih lengkap baik tata kelembagaan, sumberdaya manusia, maupun sumber pendanaan yang mencukupi kepada Desa, menjadi kunci dalam percepatan pembangunan nasional ke depan.
Cak Imin menegaskan pihaknya telah menangkap aspirasi peningkatan Dana Desa Rp5 miliar per tahun dan dapat diilustrasi urgensinya.
Baca Juga:
Pemkab Malang Targetkan Pencairan Dana Desa Non BLT Tuntas Bulan Ini
Dengan Dana Desa Rp1 miliar per desa per tahun pada 2015-2022 (8 tahun), hasilnya: Desa Sangat Tertinggal turun 8.471 desa, Desa Tertinggal turun 24.008 desa, Desa Berkembang naik 11.020 desa, Desa Maju naik 16.641 desa dan Desa Mandiri naik 6.064 desa.
“Jika Dana Desa 5 kali lipat menjadi Rp5 miliar per desa per tahun, pada tahun 2024-2029 (5 tahun), maka Desa Indonesia menjadi Maju dan Mandiri: Desa Sangat Tertinggal tidak ada lagi, Desa Tertinggal tidak ada lagi, Desa Mandiri naik menjadi 55 ribu desa dan sisanya menjadi Desa Maju,” bebernya.
Sebagai Wakil Ketua DPR RI, dalam ranah lembaga perwakilan rakyat maka dirinya menyiapkan diri untuk melakukan kontrak politik sebagai komitmen berjuang bersama-sama dengan para Kepala Desa dan pegiat desa mengupayakan Dana Desa Rp5 miliar per tahun.
Acara dihadiri ratusan undangan yang terdiri dari unsur Kepala Desa, Pengurus BUM Desa/BUM Desa bersama, Pendamping Desa, Tokoh Masyarakat, dan Kelompok Disabilitas.
Dalam acara ini secara simbolis juga diberikan Bantuan Kerjasama BUM Desa dengan Kelompok Difabel masing-masing Rp75 juta untuk BUM Desa Maju Mandiri, Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, BUM Desa Sari Mumpuni, Desa Sendangsari, Minggir, Sleman dan BUM Desa Panggung Lestari, Desa Panggung Harjo, Sewon, Bantul. [air]






