Gresik (beritajatim.com) – Warga Kota Gresik di tiga kelurahan, yakni Kelurahan Kemuteran, Kroman, dan Lumpur, Kecamatan Gresik, sumringah mendapat pasokan air bersih dari Perumda Giri Tirta setelah menunggu selama 23 tahun. Keberadaan air bersih tersebut sangat diharapkan. Pasalnya, sebelum ada air PDAM, warga setempat mengandalkan air sumur dan air gledekan (penjual air jerigen dorong, red) yang dijual Rp 7.500 untuk sekali kirim.
Dewi (52), salah satu warga Kelurahan Kemuteran, Kecamatan Gresik menceritakan sebelum ada air PDAM masuk, keluarganya terpaksa memanfaatkan air sumur serta air gledekan. Ini karena daerahnya tidak ada sumber air. “Saya sangat senang mas lha wong selama 23 tahun baru kali ini ada sambungan air PDAM masuk ke kampung kami,” ujarnya, Senin (15/05/2023).
Ia menambahkan, saat ini kampungnya sudah ada sambungan air bersih dan ini sangat diimpikan oleh warga yang sudah bertahun-tahun menunggu.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/peristiwa/bukit-kapur-di-desa-prupuh-gresik-longsor/
Dirut Perumda Giri Tirta Gresik, Kurnia Suryandi mengatakan, untuk sambungan pipa baru ini pihaknya juga menggandeng Bank Gresik untuk skema pembayarannya. “Biaya pemasangan bisa diangsur melalui Bank Gresik. Bahkan, warga yang tidak mampu bisa mengangsur pembayarannya per hari sebesar Rp 7.500,”
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi kinerja dan kolaborasi dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bank Gresik dan Perumda Giri Tirta. Dimana, Bank Gresik memberikan kredit lunak kemudian Perumda Giri Tirta melakukan pemasangan sambungan pipa. “Ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakatnya. Tujuan agar semua warga dapat menikmati air bersih,” ungkapnya.
Mantan Ketua DPRD Gresik itu menambahkan, hampir 23 tahun warga di tiga kelurahan tidak menikmati jaringan air bersih, selama ini warga memakai air bawah tanah. Dirinya berharap melalui pemasangan sambungan air bersih ini derajat kesehatan masyarakat meningkat. “PDAM berupaya mendistribusikan air layak minum, karena ini sudah ada Kemenkes. Sumber air ini disalurkan dari Bendung Gerak Sembayat (BGS) ini layak air bisa diminum,” imbuhnya. [dny/kun]






