Gresik (beritajatim.com) – Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Gresik, tiba-tiba dikenal banyak orang. Tak tanggung-tanggung Badan Perencanaaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memilih desa ini menjadi percontohan bagi kabupaten/kota se-Indonesia terkait pengentasan pemukiman kumuh.
Keberhasilan Desa Randuboto menata kawasannya tak lagi kumuh usai mendapat anggaran dana alokasi khusus (DAK). Patut diacungi jempol. Pasalnya, desa yang di tepi Sungai Bengawan Solo itu dijadikan ‘pilot project’ atau proyek percontohan oleh pemerintah pusat bagaimana menata kawasan kumuh disulap enak dipandang, dan tertata rapi.
Kepala Desa (Kades) Randuboto Andhi Sulandra menuturkan, dalam menata kawasan minapolitan sebelumnya pemerintah desanya (Pemdes) terlebih dulu melakukan bedah rumah 85 unit milik warga.
Selanjutnya menata sanitasi serta pelebaran jalan dari semula 4 meter menjadi 6 meter. Pembangunan semua itu, dianggarkan dari DAK integrasi kawasan DAS Bengawan Solo tahun 2022 sebesar Rp 7,7 Miliar.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/desa-randuboto-gresik-jadi-percontohan-pengentasan-pemukiman-kumuh/
Desanya juga dilakukan relokasi serta sertifikasi Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebanyak 300 rumah. Program konsolidasi tanah ini membuat warga yang berada di bantaran sungai dapat memiliki sertifikat tanah. “Alhamdulillah desa kami menjadi percontohan nasional. Sehingga ratusan orang dari berbagai daerah belajar kesini,” tuturnya, Rabu (10/05/2023).
Masih menurut Andhi, suksesnya program DAK integrasi ini tak bisa lepas dari partisipasi publik dan peran Bumdes. Salah satunya dengan mendirikan toko bangunan untuk penyediaan bahan bangunan. “DAK tahap kedua tahun 2023 Bumdes Randuboto bekerjasama dengan Bumdesma Sidayu membeli kapal senilai 1 miliar,” ungkapnya.
Ia menambahkan, atas keberhasilan ini. Pada pembangunan tahap kedua, Pemdes Randuboto mendapatkan anggaran 14 Miliar yang terdiri untuk pembangunan 161 rumah, sanitasi dan ipal komunal. “Peran pemerintah daerah dalam sharing anggaran APBD serta pendampingan berkontribusi terhadap kesuksesan program ini. Tahap kedua akan kita mulai Juni 2023 target akhir tahun ini selesai semua,” imbuhnya.
Hasil pembangunan infrastruktur program DAK tahap satu kata Andhi, mulai terlihat. Kawasan yang dulu kumuh, kini bagus. Rumah-rumah warga yang berdekatan dengan bantaran Sungai Bengawan Solo tertata dengan rapi.
“Dampaknya bisa dilihat, baik infrastruktur maupun ekonomi, masyarakat nyaman kerja di laut, orang mau berkunjung nyaman, usaha makin maju, infrastruktur rapi, dan tingkat kesehatan serta kesejahteraan meningkat,” katanya.
Sementara itu, salah satu peserta Suryakanta Adiguna asal Kepulauan Riau (Kepri) mengaku banyak pelajaran yang bisa diambil dalam melaksanakan program DAK Integrasi. Nantinya akan diimplementasikan di daerahnya.
Pejabat Dinas Perkim Pemda Lingga, Kepulauan Riau ini siap mengadopsi apa yang ada di Desa Randuboto. Mulai penataan program hingga sosial kemasyarakatan. “Disini ini unik, selain infrastruktur yang tuntas, ternyata warga sangat mendukung. Kebetulan kami tahun depan dapat program serupa, beberapa akan kami adopsi dari Desa Randuboto,” pungkasnya. [dny/kun]






