Malang (beritajatim.com) – 192 calon wisudawan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Malang mengikuti prosesi yudisium. Agenda tersebut berlangsung di Aula Rektorat Lantai 5 UIN Malang, pada Senin (8/5/2023) kemarin.
192 calon wisudawan berasal dari berbagai program studi di FITK. Rinciannya, yaitu Pendidikan Agama Islam (35 orang), Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (39), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (32), Pendidikan Bahasa Arab (33), PIAUD (12), Manajemen Pendidikan Islam (15), Tadris Bahasa Inggris (9), Tadris Matematika (5) dan S2 Pendidikan Matematika (12).
Dari hasil rekap nilai, Wakil Dekan Bidang Akademik FITK Dr. Muhammad Walid, rata-rata peserta yudisium memperoleh predikat cumlaude. Hal ini sangat positif, mengingat mereka mengalami masa sulit akibat pandemi ketika masih duduk di bangku perkuliahan.
“Selamat untuk calon wisudawan yang diyudisium pada kesempatan ini. Semoga mampu mengantarkan lulusan menggapai cita-citanya,” kata pria yang akrab disapa Walid itu.
https://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/peringatan-nuzulul-quran-uin-malang-hadirkan-mantan-menag/
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FITK Dr. Marno, M.Ag juga mengatakan, raihan prestasi mahasiswa FITK di 2022 meningkat dari tahun sebelumnya. Pada 2021 FITK hanya meraih 46 prestasi, sementara untuk tahun 2022 menjadi 157 prestasi di level nasional maupun internasional
“Raihan prestasi ini karena mereka menjadi penulis buku atau jurnal ilmiah, literasi, volunteer, musikalisasi puisi, olahragawan, penyayi islami, qoriah, ghina’ arabi, MTQ, pendakwah, komikus, kreator media pembelajaran, bahkan ada yang penghafal Al-Qran 30 juz,” ujar Marno.
Dekan FITK Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa usaha tidak akan menghianati hasil. Artinya jika masa kuliah tekun dan semangat menuntut ilmu, maka ketika lulus dapat memetik buah dari kerja keras tersebut.
“Setiap calon wisudawan harus bisa beradaptasi dengan berbagai perubahan. Artinya harus mengikuti perkembangan zaman ke arah yang positif. Oleh sebab itu, empat basic knowledge harus dikuasai agar bisa survive di masyarakat diantaranya kemampuan berbahasa, matematika (logika berpikir), sejarah, dan riset,” kata Prof Ali.

Guru Besar Bidang Manajemen Pendidikan Islam tersebut mengingatkan mahasiswa agar menghargai teman sekecil apapun potensinya. Menurutnya, tidak ada orang hebat kecuali dengan kerja sama.
“Saat ini pihak fakultas sedang membangun tiga aspek penting yaitu pengetahuan, keyakinan, persepsi. Untuk itu, kami menargetkan jika semua prodi bisa mendapatkan peringkat akreditasi unggul dari LAMDIK dan terakreditasi internasional tahun depan,” pungkasnya.
Pada kegiatan yudisium semester genap tahun akademik 2022/2023 ini diisi Riyadhoh Kubro, sambutan wakil calon wisudawan, pembekalan dunia kerja oleh Kepala Bidang Tenaga Teknis Pendidikan Dinas Pendidikan Kab. Malang Syamsul Arifin, SH dan sosialisasi tracer study oleh Dimas Femy Sasongko, M.Pd. (dan/ted)






