Surabaya (beritajatim.com) – Kriminolog Universitas Surabaya (Ubaya) Dr Elfina L. Sahetapy menyebut ada kemungkinan faktor gaya hidup dalam kasus ND (14) siswa SMP yang ditemukan meninggal di gudang peluru Kedung Cowek, Surabaya.
Ina mengatakan, sejatinya kasus-kasus seperti ini bukan kali pertama terjadi. Dirinya menilai bahwa di era saat ini anak-anak cenderung ingin bergaya hidup enak layaknya orang-orang di media sosial ataupun dari apa yang mereka lihat.
“Dari aspek kriminologi, gaya hidup itu sangat berbahaya bagi orang yang tidak tahan atau tidak kuat menahan diri. Apalagi kalau dia ingin bergaya hidup seperti yang lain. Paling gampang dan paling cepat mengambil milik oramg lain,” ujarnya, Selasa (9/5/2023).
Ina juga melihat, ada kemungkinan besar bahwa korban sudah menjadi target oleh pelaku. Hanya saja, untuk mengetahui secara pasti motif dari pelaku, diperlukan penggalian data lebih lanjut dan disesuaikan dengan hasil autopsi.
“Tinggal dilihat korban meninggal dengan luka seperti apa. Polisi harus menyelidikinya, karena celana korban juga hilang, saya berpikiran kemungkinan ada kekerasan seksual juga,” jelas Ina.
https://beritajatim.com/hukum-kriminal/anak-smp-hilang-sempat-terlihat-di-kedung-cowek-surabaya/
Ia menjelaskan, dalam kasus ini ada keterlibatan anak-anak di bawah umur, baik korban maupun pelaku. Artinya, lanjut Ina, jika seseorang menginginkan sesuatu dari korban, biasanya pelaku akan menjadikan korban sebagai targetnya.
“Biasanya, pelaku kalau sudah punya suatu keinginan, ada motif terselubung, biasanya dia tidak mengajak sembarang anak, tapi sudah punya target. Karena dia sudah mengamati, apa yang diinginkan pelaku ini ada pada orang yang diajak. Entah itu harta bendanya, secara fisik atau tampilan dia suka dengan si korban. Di awal sudah ada hal itu,” beber Ina.
Sebelumnya diberitakan, ND (14) bocah yang hilang dan diduga kuat jasadnya ditemukan meninggal dunia di Gudang Peluru, Jalan Kedung Cowek. Korban sempat terlihat bersama dua teman prianya di lokasi tersebut pada Minggu (16/04/2023).
https://beritajatim.com/hukum-kriminal/autopsi-jasad-siswi-smp-di-kedung-cowek-selesai/
Keterangan itu disampaikan oleh kakak ND, Setiawan Adi. Ia menyebut jika adiknya bersama seorang pria berinisial Y (16) dan satu pria lagi yang belum diketahui identitasnya berada di kawasan Benteng Kedung Cowek.
Sementara itu, hari ini polisi telah berhasil mengamankan kedua orang pelaku terkait kasus pembunuhan tersebut. Dikatakan Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Arief Ryzki Wicaksana bahwa kedua pelaku yang ditangkap adalah Y dan N.
Keduanya sempat bersama korban di Gudang Peluru Kedung Cowek. “Kita telah mengamankan dua orang terkait penemuan jenazah tersebut,” kata AKP Arief Ryzki Wicaksana. [ipl/but]






